Ma'ruf Amin soal Demo 11 April: Itu Aspirasi, Bagian dari Demokrasi
ยทwaktu baca 2 menit

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa yang digelar Senin 11 April kemarin. Ia menilai demo 11 April oleh mahasiswa itu sebagai bentuk demokrasi yang patutnya harus didukung dan difasilitasi oleh pemerintah.
"Soal demo itu saya kira itu kan sudah dijelaskan pemerintah itu kan bagian dari demokrasi kita. Sepanjang dilakukan dengan baik, teratur, dan tidak anarkis," ujar Ma'ruf kepada wartawan dalam kunjungannya ke Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu (13/4).
Diketahui sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa, Senin (11/4). Demo tersebut dihadiri oleh ribuan mahasiswa dan digelar di beberapa titik, mulai dari di sekitar Istana Merdeka Jakarta hingga sekitar DPR/MPR.
Dalam aksinya, BEM SI menyatakan beberapa tuntutan, di antaranya:
1. Mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.
2. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret 2022 sampai 11 April 2022.
3. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode.
4. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai saat ini belum terjawab.
Merespons tuntutan yang disampaikan itu, Ma'ruf menegaskan bahwa pemerintah akan mendengar dan menampung tuntutan tersebut. Ma'ruf memastikan segala bentuk aspirasi yang disampaikan sebelumnya akan dikaji lagi mendalam oleh pemerintah.
"Jadi itu aspirasi dan pemerintah tentu mendengar berbagai tuntutan itu," kata Ma'ruf.
Soal kenaikan harga dan langkanya migor di pasaran yang menjadi salah satu tuntutan mahasiswa, Ma'ruf memiliki penjelasan. Menurut dia, hal itu terjadi bukanlah semata-mata dipengaruhi oleh situasi jelang lebaran di mana sejumlah komoditas bahan pangan ikut melonjak harganya.
Melainkan, karena adanya perubahan situasi ekonomi global hingga perang Rusia-Ukraina yang turut berdampak akan permasalahan itu.
"Jadi lebaran kali ini bukan semata-mata karena lebaran yang biasanya ada kenaikan tapi ada pengaruh daripada ekonomi global," ucap Ma'ruf.
"Seperti yang sering dijelaskan oleh pemerintah bahwa akibat dari situasi ekonomi global, ini terjadi kenaikan di mana-mana. (Adanya) Perubahan iklim, perang Rusia-Ukraina itu mengakibatkan semua," pungkasnya.
