Ma'ruf Amin soal Khilafatul Muslimin: Dia Menyimpang, Menyalahi Kesepakatan
·waktu baca 2 menit

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengomentari ormas Khilafatul Muslimin yang diduga memiliki ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
Ma'ruf menilai kegiatan ormas atau pihak mana pun yang tak sesuai dengan kesepakatan yang dibuat negara jelas menyimpang. Terlebih Indonesia dibentuk atas dasar kesepakatan banyak pihak dengan didasarkan pada Pancasila yang bersifat final dan diakui negara.
"Ya, saya kira responsnya sudah jelas dia itu menyimpang. Karena kita di Indonesia sudah ada kesepakatan, saya menyebutnya mitsaq al-wathani atau kesepakatan nasional bahwa negara kita itu adalah negara republik. NKRI itu sudah final," ujar Ma'ruf kepada wartawan usai menghadiri peresmian Gedung Pusiba, Rabu (22/6).
Pihak kepolisian masih terus mendalami kegiatan Khilafatul Muslimin, termasuk terkait dugaan upaya penggunaan paham khilafah yang menyimpang dari Pancasila. Karena dianggap menyimpang, Ma'ruf mengatakan pemerintah memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan yang dilakukan atau yang terafiliasi langsung dengan Khilafatul Muslimin.
"Jadi kalau ada hal yang khilafah itu berarti, kan, menyalahi kesepakatan, menyalahi kesepakatan nasional kita yang sudah menjadi landasan struktural bangsa kita. Karena itu, ya, terpaksa dihentikan dan dilakukan juga kalau kegiatannya terus disetop," pungkas Ma'ruf.
Hingga kini, polisi memastikan pihaknya masih terus menyelidiki Khilafatul Muslimin. Sejumlah petinggi kelompok ini pun telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.
Dirkrimum Polda Metro Jaya bahkan menyebut setidaknya ada 25 sekolah yang terafiliasi dengan Khilafatul Muslimin. Tak hanya terafiliasi, sekolah tersebut diduga mengajarkan dan menyebarkan paham khilafah ke peserta didiknya.
Sekolah yang terafiliasi dengan Khilafatul Muslimin diduga melanggar UU Sisdiknas dan UU Pesantren.
