Marwah Catering Pakai Harga Murah, Rp 50-80 juta 'AIl In' untuk Pikat Korban
·waktu baca 2 menit

Polisi mengungkap alasan sejumlah calon pengantin tertarik menggunakan jasa Marwah Catering Service yang dilaporkan atas dugaan penipuan. Salah satunya karena paket pernikahan yang ditawarkan dinilai murah apalagi dengan konsep all in.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, pelaku mempromosikan jasa katering sekaligus wedding organizer melalui media sosial hingga menarik perhatian korban.
“Jadi pelaku ini memposting kegiatannya, mengiklankan di sebuah akun media sosial dengan nama katering, dengan akun catering. Dan di situ para korban tertarik. Korban tentunya yang ingin melaksanakan pernikahan melihat ada penawaran catering, kemudian korban merasa tertarik sehingga tidak ada rasa curiga mereka membuat kesepakatan bahkan juga sudah mengirimkan sejumlah uang ya,” kata Andaru saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (26/5).
Menurut Andaru, harga paket yang ditawarkan berkisar Rp 50 juta hingga Rp 80 juta. Nilai itu dinilai cukup menarik bagi calon pengantin karena mencakup berbagai kebutuhan pesta pernikahan.
“Jadi kurang lebih yang ditawarkan dari tiga orang korban yang pernah, yang sudah menyampaikan kepada tim penyidik berkisar di antara Rp 70-80 juta. Ada satu juga korban berkisar antara Rp 50 juta lah yang ditawarkan. Dan itu sudah dikirimkan kepada pelaku,”
Namun, setelah pembayaran dilakukan, para korban mulai curiga lantaran kantor Marwah diketahui tutup dan pengelolanya sulit dihubungi. Dalam salah satu kasus, pesta pernikahan bahkan gagal terlaksana.
Kasus ini mencuat usai pasangan Aldi (32) dan Feny (32) viral di media sosial lantaran resepsi pernikahan mereka gagal digelar di Gedung Islamic Center, Kota Bekasi, pada Sabtu (23/5).
Pasangan itu mengaku telah membayar paket pernikahan kepada Marwah Catering Service senilai Rp 85,5 juta setelah mengetahui informasi jasa tersebut melalui Instagram. Mereka tertarik setelah melihat daftar harga dan paket yang ditawarkan.
Namun saat hari acara tiba, dekorasi, katering, hiburan, fotografer, hingga videografer tidak datang. Akad nikah tetap berlangsung secara sederhana.
Korban kemudian melapor ke Polres Metro Jakarta Timur pada Minggu (24/5) malam dengan membawa barang bukti berupa percakapan digital, bukti transfer, hingga surat pernyataan dari pihak Marwah. Polisi kini masih memburu pemilik Marwah berinisial RM (34) yang disebut telah menghilang.
