Marwan dan Sudirman Said Bisa Jadi 'Anies Effect' di Pilgub Jateng

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sudirman Said dan Marwan Jafar. (Foto: Dok. Institut Harkat Negeri dan Facebook Marwan Jafar)
zoom-in-whitePerbesar
Sudirman Said dan Marwan Jafar. (Foto: Dok. Institut Harkat Negeri dan Facebook Marwan Jafar)

Sebelum pencalonan Pilgub DKI Jakarta September 2016, nama Anies Baswedan nyaris tak pernah diperhitungkan sebagai kandidat. Bahkan jauh lebih dulu Sandiaga Uno yang muncul sebagai calon gubernur lewat Partai Gerindra. Tapi Anies tiba-tiba hadir menjadi kuda hitam dan menggerus suara Ahok di Jakarta.

(Baca juga: 'Selamat Datang Gubernur Baru, Anies Baswedan')

Fenomena yang disebut 'Anies Effect' itu berpotensi terulang di Pilkada serentak tahun 2018 yang akan digelar di 171 daerah. Salah satunya bisa ditengok di Jawa Tengah. Sejumlah partai mulai menggodok tokoh yang diperkirakan bisa memimpin Jawa Tengah 2018-2023.

Ada dua nama yang mungkin belum banyak diperhitungkan, tapi sudah dilirik yaitu Sudirman Said dan Marwan Jafar. Apakah keduanya bisa menjadi 'Anies effect' di Pilkada Jateng?

Sudirman Said

Sudirman Said (Foto: Dok. Institut Harkat Negeri)
zoom-in-whitePerbesar
Sudirman Said (Foto: Dok. Institut Harkat Negeri)

Nama Sudirman Said disebut pertama kali oleh DPP Partai Amanat Nasional (PAN), sebagai salah satu tokoh yang bisa dipertimbangkan untuk menjadi calon gubernur Jawa Tengah di Pilgub 2018.

"Ada banyak calon, Marwan Jafar, Sudirman Said," ujar Ketua DPP PAN, Yandri Susanto, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/5). (Baca juga: PAN Pertimbangkan Sudirman Said Jadi Cagub Jateng 2018)

Sudirman memang putra asli Jawa Tengah. Dia lahir di Brebes pada 16 April 1963. Nama Sudirman dikenal pertama kali lewat kiprahnya dalam pemberantasan korupsi dengan mendirikan Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) bersama beberapa aktivis anti korupsi seperti Erry Riana (Mantan Pimpinan KPK), Kuntoro Mangkusubroto (Mantan Kepala UKP4), Sri Mulyani (Menteri Keuangan), dan lainnya.

Sudirman Said terlibat dalam upaya pemberantasan korupsi di pemerintahan, di antaranya dengan mendorong audit dana Pemilu di KPU tahun 2004, kemudian melawan kriminalisasi terhadap dua pimpinan KPK Bibit Samad dan Chandra Hamzah, dan lainnya.

Jusuf Kalla dan Sudirman Said (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Jusuf Kalla dan Sudirman Said (Foto: Dok. Istimewa)

Dari sepak terjang di pemberantasan korupsi, Master Bidang Administrasi Bisnis George Washington University, Amerika, itu masuk ke dunia bisnis yaitu di sektor migas dan pertambangan dengan menjadi Staf Ahli Direktur Utama hingga Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Pertamina.

Usai dari Pertamina, Sudirman masuk ke perusahaan tambang, PT Petrosea, di bawah kelompok Indika Energy Group dengan menjadi Direktur Human Capital PT Petrosea hingga Direktur Utama.

Lalu, setelah malang melintang di bisnis migas dan tambang, Sudirman ditunjuk oleh Menteri BUMN saat itu Dahlan Iskan, untuk menjadi Direktur Utama PT Pindad pada 2014. Tak sampai setahun, ia 'lompat' menjadi Menteri ESDM setelah ditunjuk oleh Presiden Jokowi masuk Kabinet Kerja.

Sudirman Said (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sudirman Said (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Kiprahnya yang cemerlang sebagai Menteri ESDM, salah satunya dengan membongkar skandal 'Papa Minta Saham', justru membuatnya terhempas dari Kabinet Kerja. Presiden Jokowi pada Juli 2016 mereshuffle sejumlah menteri, di antaranya Sudirman Said dan Anies Baswedan.

Marwan Jafar

Marwan Jafar. (Foto: Facebook Marwan Jafar)
zoom-in-whitePerbesar
Marwan Jafar. (Foto: Facebook Marwan Jafar)

Sama seperti Sudirman Said dan Anies Baswedan, Marwan Jafar juga adalah menteri yang direshuffle oleh Presiden Jokowi saat Marwan menjabat sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sejak 2014.

Tapi berbeda dengan Sudirman yang meniti karier di bidang profesional dan bukan kader parpol, Marwan Jafar adalah politikus murni. Pria kelahiran Pati, Jawa Tengah pada 12 Maret 1971 itu menjadi anggota DPR sejak Pemilu 2004, hingga Pemilu 2014 lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Marwan pernah duduk di Komisi V DPR yang membidangi infrastruktur dan perhubungan. Marwan juga dipercaya menjadi Ketua Fraksi PKB di DPR, hingga akhirnya ditunjuk sebagai Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPP PKB.

Marwan Jafar. (Foto: Facebook Marwan Jafar)
zoom-in-whitePerbesar
Marwan Jafar. (Foto: Facebook Marwan Jafar)

Dari DPR, Marwan diangkat oleh Presiden Jokowi menjadi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Program dana desa pertama kali dieksekusi saat Marwan menjabat sebagai menteri.

Namun, Marwan kena reshuffle bersamaan dengan Anies Baswedan dan Sudirman Said pada Juli 2016. Kini, Nama Marwan Jafar sedang disiapkan sebagai calon gubernur Jawa Tengah oleh PKB dan PAN. (Baca juga: PKB Siapkan Marwan Jafar Jadi Kandidat Cagub Jateng)

Apakah Sudirman Said dan Marwan bisa mengikuti jejak Anies Baswedan?

Baca juga:

Ganjar Pranowo Kandidat Kuat PDIP untuk Jateng-1

PPP Koalisi dengan PDIP di Pilgub Jateng 2018

Gerindra Ingin Koalisi dengan PKS Dilanjutkan di Pilkada dan Pilpres