Masih Ada Motor yang Lawan Arus Usai Truk Tabrak 7 Motor di Lenteng Agung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Situasi di depan TKP kecelakaan truk tabrak pemotor lawan arah di Jalan Raya Lenteng Agung sehari setelah kecelakaan, Rabu (23/8/2023). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Situasi di depan TKP kecelakaan truk tabrak pemotor lawan arah di Jalan Raya Lenteng Agung sehari setelah kecelakaan, Rabu (23/8/2023). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Kecelakaan lalu lintas terjadi di depan Halte Wijaya Kusuma, Jalan Raya Lenteng Agung arah Depok, Senin (22/8) pagi. Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah truk menabrak 7 pemotor yang saat itu melawan arus.

Sehari usai insiden, kumparan memantau lokasi kecelakaan, apakah masih ada pemotor yang berani melawan arus.

Berdasarkan pantauan kumparan pukul 08.00 WIB, masih terlihat sejumlah pemotor yang melawan arah di lokasi tersebut. Padahal sisa-sisa kecelakaan serta tanda olah tempat kejadian perkara (TKP) masih terpasang. Namun pemotor dari berbagai usia masih nekat melawan arus.

kumparan sempat mewawancarai para pemotor yang melawan arus tersebut, namun semuanya menolak. Terlihat para pemotor tersebut berkendara pelan memepet trotoar jalan. Beberapa bahkan naik ke atas trotoar.

Alasan Lawan Arus: Putaran Jalan Jauh

Situasi di depan TKP kecelakaan truk tabrak pemotor lawan arah di Jalan Raya Lenteng Agung sehari setelah kecelakaan, Rabu (23/8/2023). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Menurut pengakuan dari Lucy, ibu rumah tangga yang berjualan bubur di depan halte dekat TKP, melawan arah di jalan tersebut bukanlah hal yang baru. Alasannya untuk mempersingkat waktu.

"Puteran jalan terdekat dari sini kalau tak melawan arus ada sekitar 3 kilometer. Belum lagi macet kalau misalnya pagi-pagi. Makanya kebanyakan pada milih lawan arus," ujarnya.