Masih On Schedule, Vaksin Merah Putih Eijkman Mulai Uji Klinis Akhir 2021

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Soebandrio. Foto: Youtube/@DPMPTSP DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Soebandrio. Foto: Youtube/@DPMPTSP DKI Jakarta

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio memastikan pengembangan vaksin Merah Putih di lembaga tersebut masih on schedule. Ia pun optimistis vaksin Merah Putih bisa melangsungkan uji klinik dan mendapat izin edar darurat dari BPOM sesuai rencana.

“Timelinenya masih sesuai dengan yang sudah disepakati Eijkman, Bio Farma dan BPOM. Jadi diharapkan EUA itu bisa diperoleh kira-kira pertengahan tahun depan,” kata Amin kepada kumparan, Kamis (22/7).

“Ya, sejauh ini masih dalam timeline. Uji klinik diharapkan bisa mulai akhir tahun atau paling lambat awal tahun depan, dan [akan berlangsung] sekitar 8 bulan,” imbuh dia.

embed from external kumparan

Lembaga Eijkman adalah salah satu dari 6 lembaga/institusi yang mengembangkan calon vaksin COVID-19 karya anak bangsa, Merah Putih. Metode yang dipilih Eijkman yakni sub-unit protein rekombinan.

Lebih lanjut, Amin mengatakan saat ini vaksin Merah Putih sedang dalam proses masa transisi dari laboratorium ke industri.

Eijkman telah menjalin kerja sama dengan PT Bio Farma. Artinya, saat ini vaksin Merah Putih di Eijkman sedang dalam peralihan ke PT Bio Farma yang nantinya akan memproduksi vaksin ini secara massal.

“Ya saya kira saat ini belum banyak perubahan ya dari sebelumnya. Jadi [saat ini sedang dalam] masa transisi dari laboratorium ke industri. Kita sekarang fasenya lagi melakukan optimasi untuk meningkatkan yield (bibit vaksin) supaya nanti produksinya bisa lebih efisien,” terang Amin.

Di sisi lain, lembaga/institusi yang kini tengah mengembangkan vaksin Merah Putih dengan berbagai platform yakni LIPI, Unair, UGM, UI, dan ITB. Amin menyebut saat ini Eijkman dan Unair dan Eijkman adalah institusi/lembaga yang secara umum paling mendekati pencapaian target pengembangan vaksin Merah Putih

“Saya enggak berwenang mewakili institusi lain. Jadi perkembangan itu tanggung jawab masing-masing. [Tapi] sejauh ini kita mengukurnya dari sudah adanya industri yang memberikan komitmen [yang paling terdepan]. Nah itu baru dua. Selain Eijkman ada Unair,” tandas dia.