Masjid Birmingham Lawan Kebencian dengan Pesta Teh

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

English Defence League (Foto: Ben Stevens/ PA via AP)
zoom-in-whitePerbesar
English Defence League (Foto: Ben Stevens/ PA via AP)

Beberapa waktu lalu kota Birmingham, Inggris kedatangan sekitar 50 demonstran dari English Defence League (EDL). Kelompok tersebut selama ini dikenal sebagai kelompok anti islam yang kerap menebarkan islamophobia.

Demo dilakukan EDL sebagai peringatan akan ancaman teror ke depan terkait dengan aksi teror di Westminster, dimana sang pelaku Khalid Masood berasal dari Birmingham.

X post embed

X post embed

Aksi demo ini bahkan sempat memicu keributan dimana seorang anggota EDL mengkonfrontasi seorang wanita berlatar belakang muslim bernama Saffiyah Khan. Foto insiden tersebut sempat viral di media sosial dan banyak yang mengapresiasi respon Saffiyah Khan yang terlihat tersenyum dan tenang.

Dilansir independent.co.uk sebagai respons atas aksi EDL, Masjid Pusat Birmingham pada Sabtu (8/4), menyelenggarakan acara pesta teh yang terbuka untuk berbagai kalangan.

Pesta teh di Masjid Pusat Birmingham. (Foto: Birmingham Central Mosque/Facebook)
zoom-in-whitePerbesar
Pesta teh di Masjid Pusat Birmingham. (Foto: Birmingham Central Mosque/Facebook)

"Kami menyelenggarakan acara ini untuk menunjukkan kepada EDL bahwa Birmingham adalah kota yang damai dan kami semua bersatu terlepas dari perbedaan warna kulit, ras dan agama," kata Ketua Pengurus Masjid Pusat Birmingham Muhammad Afzal.

Acara ini dihadiri sekitar 300 orang dengan berbagai latar belakang. Turut hadir anggota parlemen Inggris dari Partai Buruh Liam Bryne.

"Ini cara kita melakukan protes dengan merayakan keajaiban kecil yaitu kehidupan yang normal dan apa yang paling kita cintai tentang kota dan negara kita" kata Liam Bryne saat memberi sambutan dalam acara tersebut.

Sajian yang dihidangkan dalam pesta teh di Masjid. (Foto: Birmingham Central Mosque/Facebook)
zoom-in-whitePerbesar
Sajian yang dihidangkan dalam pesta teh di Masjid. (Foto: Birmingham Central Mosque/Facebook)

Minum teh merupakan budaya tersendiri bagi masyarakat Inggris yang biasanya dilakukan pada sore hari. Kegiatan ini lebih dikenal dengan istilah afternoon tea. Teh disajikan dengan camilan-camilan kecil seperti kue dan roti.

Getting together as friends, getting together as neighbours, breaking a bit of Victoria sponge and having a cup of tea. That is a potent, powerful message that we will send to those who seek to divide us.

Keramaian pesta teh di Masjid Pusat Birmingham. (Foto: Birmingham Central Mosque/Facebook)
zoom-in-whitePerbesar
Keramaian pesta teh di Masjid Pusat Birmingham. (Foto: Birmingham Central Mosque/Facebook)

Keramaian pesta teh di Masjid Pusat Birmingham. (Foto: Birmingham Central Mosque/Facebook)
zoom-in-whitePerbesar
Keramaian pesta teh di Masjid Pusat Birmingham. (Foto: Birmingham Central Mosque/Facebook)