Massa di Timor Leste Lempar Batu ke Polisi, Dibalas Tembakan Gas Air Mata

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mahasiswa dari beberapa universitas memprotes rencana DPR untuk membeli 65 SUV bagi anggota DPR di sebuah jalan, Dili, Timor Leste, Senin (15/9/2025). Foto: Valentino Dariell De Sousa/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa dari beberapa universitas memprotes rencana DPR untuk membeli 65 SUV bagi anggota DPR di sebuah jalan, Dili, Timor Leste, Senin (15/9/2025). Foto: Valentino Dariell De Sousa/AFP

Demo menolak pembelian mobil dinas untuk seluruh anggota parlemen di Timor Leste memasuki hari kedua. Dikutip dari AFP, Selasa (16/9), demonstrasi yang awalnya berjalan damai berubah ricuh.

Sejumlah demonstran melempar batu ke arah polisi. Polisi pun membalas dengan menembakkan gas air mata ke arah demonstran untuk membubarkan mereka.

Lebih dari 2 ribu orang yang sebagian besar terdiri dari mahasiswa sejumlah universitas di Dili berkumpul di dekat Parlemen Nasional, menolak rencana pembelian mobil dinas untuk masing-masing 65 anggota parlemen.

Dikutip dari kantor berita Tatoli, demonstrasi ini diorganisir oleh Mahasiswa Universitas Timor Leste (EUTL). Beberapa mahasiswa dan satu anggota polisi dilaporkan terluka selama aksi demonstrasi.

Tuntutan mahasiswa kini bukan hanya soal pembatalan pembelian mobil bagi anggota parlemen, tapi juga meminta kejelasan terhadap hak pensiun seumur hidup dan hak-hak istimewa lainnya yang ditujukan bagi anggota parlemen dan pejabat tinggi negara.

Mahasiswa dari beberapa universitas memprotes rencana DPR untuk membeli 65 SUV bagi anggota DPR di Universitas Nasional Timor Leste (UNTL), Dili, Timor Leste, Senin (15/9/2025). Foto: Valentino Dariell De Sousa/AFP

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Timor Leste (XEMGFA), Letjen Domingos Raul "Falur" Rate Laek, meminta demonstran tidak membakar rumah atau merusak fasilitas publik.

"Demonstrasi adalah hal yang biasa, hanya saja harus dilakukan secara damai. Jangan melakukan kekerasan, jangan melakukan kerusuhan, dan jangan lagi membakar rumah," katanya.

Demonstran membawa spanduk yang dengan nada desakan. Mereka juga membakar ban dan sebuah kendaraan pemerintah dekat gedung parlemen.

"Stop pencurian, stop koruptor," tulis spanduk itu.

Per hari ini, pemerintah Timor Leste belum mengeluarkan tanggapan resmi terkait aksi demo.

Dalam pernyataan bersama pada Senin (16/9) kemarin, Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor, Partai Demokrat, dan Perkaya Persatuan Nasional Putra-Putri Timor mengatakan pembelian mobil dinas tidak mencerminkan kepentingan publik dan berjanji akan meminta parlemen untuk membatalkan pembelian.