Masyarakat Diminta Waspadai Puting Beliung Saat Pancaroba

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi angin puting beliung. Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi angin puting beliung. Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa

BMKG memprediksi pertengahan sampai akhir November, sebagian besar wilayah di Indonesia sudah mengalami musim hujan. BMKG pun meminta masyarakat mewaspadai perubahan cuaca esktrem saat peralihan dari musim kemarau ke hujan atau pancaroba.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, terdapat potensi hujan lebat disertai angin kencang hingga puting beliung saat pancaroba.

“Saat ini kita memasuki pancaroba, transisi di antara kemarau dan hujan. Hal-hal yang perlu diperhatikan, adanya potensi kejadian hujan lebat ekstrem disertai angin kencang di beberapa wilayah lokal, jadi radiusnya sangat lokal,” ungkap Dwikorita di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Kamis (31/10).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan

Dwikorita menjelaskan angin kencang tersebut bisa berpotensi menjadi puting beliung. Masyarakat pun diminta untuk mewaspadai tanda-tanda terjadinya puting beliung. Sebab, selama ini tidak bisa diprediksi kapan terjadinya puting puting beliung.

“Ada tanda-tanda akan terjadi puting beliung. Itu bisa kita tengarai tanda-tandanya. Sehingga kami imbau masyarakat untuk mewaspadai tanda-tanda itu,” kata Dwikorita.

Ilustrasi angin puting beliung. Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa

Adapun tanda-tanda puting beliung yang bisa diamati masyarakat antara lain:

  1. Satu hari sebelumnya udara pada malam hingga pagi hari terasa panas dan gerah. Kemudian udara mulai pagi hari terasa sudah panas, terik, dan gerah.

  2. Pukul 10 pagi umumnya terlihat tumbuh awan comulus, awan putih berlapis-lapis. Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang menpunyai batas tepi yang jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol. Awan tersebat akan cepat berubah jadi hitam atau abu-abu.

  3. Pepohonan di sekitar dan dahan atau ranting mulai bergoyang cepat karena hembusan angin. Kemudian terasa sentuhan angin dingin di sekitar.

  4. Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan lebat dan terjadi secara tiba-tiba.

Sejumlah petugas membetulkan gardu listrik yang tertimpa pohon akibat angin puting beliung. Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan

Sementara bentuk antisipasi yang bisa dilakukan masyarakat di antaranya:

  1. Jika terdapat pohon rimbun yang rapuh, agar segera dipangkas agar tidak terlalu berat.

  2. Waspadai keberadaan baliho-baliho besar di jalanan.

  3. Memastikan atap rumah dalam keadaan terpasang kokoh.

  4. Apabila terlihat awan tiba-tiba gelap, masyarakat sebaiknya jangan dekati daerah di sekitar awan tersebut, karena di situ kemungkinan puting beliung muncul.

kumparan post embed