Matahari Tepat di Atas Ka'bah Hari Ini, Waktunya Cek Lagi Arah Kiblat

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Umat muslim berada di dekat Ka'bah jelang berlangsung peristiwa Rashdul Qiblah atau waktu matahari tepat di atas Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (27/5/2024). Foto: Sigid Kurniawan / ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Umat muslim berada di dekat Ka'bah jelang berlangsung peristiwa Rashdul Qiblah atau waktu matahari tepat di atas Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (27/5/2024). Foto: Sigid Kurniawan / ANTARA FOTO

Fenomena Matahari tepat berada di atas Kaโ€™bah kembali terjadi hari ini, Rabu (15/7). Momen ini dapat dimanfaatkan untuk mengecek dan mengukur kembali arah kiblat dengan bantuan bayangan Matahari.

Kiblat adalah arah yang dituju oleh umat Islam ketika melaksanakan salat dan ibadah tertentu lainnya. Arah ini berpusat secara geografis pada bangunan Ka'bah yang terletak di dalam Masjidil Haram di Kota Makkah, Arab Saudi.

Umat muslim berada di dekat Ka'bah jelang berlangsung peristiwa Rashdul Qiblah atau waktu matahari tepat di atas Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (27/5/2024). Foto: Sigid Kurniawan / ANTARA FOTO

BMKG menyatakan, peristiwa ini hanya berlaku untuk Indonesia barat dan tengah bagian barat.

"Fenomena ini berlangsung dua kali dalam setahun, yakni pada 27-29 Mei pukul 16.18 WIB, serta 15-17 Juli pada pukul 16.27 WIB,โ€ jelas BMKG.

"Untuk Indonesia bagian timur dan sebagian Indonesia tengah bagian timur, penentuan arah kiblatnya dapat dilakukan saat Matahari di atas di antipoda Kabah (sebalik arah Kabah) yang terjadi setiap 14 Januari pukul 06.30 WIT dan 29 November pukul 06.09 WIT,โ€ lanjutnya.

BMKG juga menjelaskan cara mengkalibrasi arah kiblat sebagai berikut:

Fenomena Matahari di atas Ka'bah sarana mengecek kembali arah kiblat. Foto: Dok BMKG
Fenomena Matahari di atas Ka'bah sarana mengecek kembali arah kiblat. Foto: Dok. BMKG

Menag Serukan 'Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026'

Terpisah, Menag Nasaruddin Umar mengajak umat Islam memanfaatkan fenomena Matahari berada tepat di atas Ka'bah untuk memastikan kembali ketepatan arah kiblat.

Momentum astronomi yang dalam ilmu falak dikenal sebagai Rashdul Qiblat ini dinilai menjadi cara yang mudah, praktis, dan presisi untuk memverifikasi arah kiblat, sehingga dapat dimanfaatkan secara luas melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Foto: Alya Zahra/kumparan

Menurut Menag, menghadap kiblat merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat. Karena itu, memastikan arah kiblat yang benar menjadi ikhtiar yang perlu dilakukan agar pelaksanaan ibadah semakin sempurna.

"Saudara-saudaraku, umat Islam di seluruh Indonesia, menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat kita. Karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026," ujar Menag dikutip dari situs Kemenag.

Menag menjelaskan, fenomena Matahari tepat di atas Ka'bah merupakan peristiwa astronomi yang terjadi dua kali setiap tahun.

Pada saat itu, sinar Matahari berada tepat di titik zenit Ka'bah, sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi. Metode ilmiah ini untuk memverifikasi arah kiblat.

Menag menjelaskan, fenomena tersebut dapat diamati pada Rabu dan Kamis, 15 โ€“ 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, dan 18.27 WIT. Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka, kemudian mengamati arah bayangan yang terbentuk.

Garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Ka'bah dan dapat dijadikan acuan untuk mengecek ketepatan arah kiblat.

"Pada Hari Rabu dan Kamis, 15 dan 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA, kita akan memanfaatkan momentum saat posisi Matahari berada tepat di atas Ka'bah sehingga dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah, praktis, dan presisi," kata Menag.

Melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Menag mengajak seluruh masyarakat, para takmir masjid dan musala, Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, kantor swasta, hotel, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat di lingkungan rumah untuk bersama-sama melakukan verifikasi arah kiblat.

Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 tidak hanya bertujuan memastikan ketepatan arah kiblat, tetapi juga meningkatkan literasi masyarakat mengenai ilmu falak sebagai salah satu instrumen penting dalam pelayanan keagamaan.

Gerakan ini juga diharapkan menjadi momentum edukasi publik tentang pentingnya ilmu falak sekaligus memperkuat akurasi arah kiblat di berbagai tempat ibadah dan fasilitas umum.

"Mari kita sukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari upaya kita menyempurnakan kualitas ibadah kepada Allah SWT," pungkas Menag.