Megawati Ceritakan Kedekatan Bung Karno dengan NU hingga Diberi Gelar
ยทwaktu baca 2 menit

Ketum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menceritakan kedekatan sang ayah, Sukarno, dengan Nahdlatul Ulama (NU). Megawati menuturkan kedekatan Sukarno dan NU sebagai bentuk kedekatan kaum nasionalis dan religius.
"Saya teringat dan saya yakin sejarah juga mengingat kedekatan Bung Karno dengan Kiai Haji Hasyim Asyari dan Kiai Haji Abdul Wahab Hasbullah. Serta juga dengan banyak para kiai, pendiri, serta penggerak Nahdlatul Ulama lainnya," kata Megawati dalam peringatan HUT ke-96 NU yang diadakan PDIP, Sabtu (12/2).
"Alhamdulillah kedekatan kaum nasionalis dan kaum religius hingga kini masih berjalan dengan erat. Begitu pun hubungan PDI Perjuangan dan NU sangat dekat dan selalu beriringan," sambungnya.
Megawati menuturkan Sukarno juga sempat diberikan gelar oleh NU yaitu Walliyul Amri Addharuri Bi As Syaukah sebagai bentuk dukungan untuk melaksanakan tugas sebagai Presiden RI.
"Dan saya tidak akan pernah lupa, selalu ingat Bung Karno diberi gelar oleh Nahdlatul Ulama yaitu Walliyul Amri Addharuri Bi As Syaukah, gelar yang merupakan dukungan besar warga Nahdliyin pada kepemimpinan beliau yang disahkan dalam Muktamar Nahdlatul Ulama di Surabaya pada tahun 1954," tutur dia.
Presiden ke-5 RI ini menegaskan kedekatan Bung Karno dengan NU akan ia teruskan. Ia menyebut telah meminta kepada seluruh kader untuk terus seirama dengan NU.
"Kedekatan Bung Karno dengan kiai dan warga Nahdliyin itu akan saya teruskan dalam tindakan dan telah saya amanatkan kepada seluruh kaum nasionalis, juga para kader dan simpatisan PDI Perjuangan," tuturnya.
"Karena saya sangat yakin jika PDI Perjuangan dapat terus berjalan beriringan dengan Nahdlatul Ulama, maka segala ancaman kebangsaan kita kebangsaan kita pasti bisa diatasi," tutup Megawati.
