Megawati Heran Sebut Prabowo Sahabat Jadi Viral: Memangnya Musuh?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhan RI Prabowo Subianto menyambut Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri untuk meresmikan patung Bung Karno di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Minggu (6/6). Foto: PDIP
zoom-in-whitePerbesar
Menhan RI Prabowo Subianto menyambut Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri untuk meresmikan patung Bung Karno di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Minggu (6/6). Foto: PDIP

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri sempat menyinggung isu politik nasional di tengah-tengah orasi ilmiahnya saat menerima gelar Profesor Kehormatan Guru Besar Tidak Tetap di Unhan.

Megawati mengaku heran mengapa publik ramai ketika ia menyebut Menhan Prabowo Subianto sebagai sahabatnya. Pernyataan itu dikeluarkan saat Megawati menghadiri peresmian Patung Bung Karno beberapa waktu lalu.

"Saya sendiri, Mas Bowo [Prabowo], suka pusing, loh. Kemarin saya bilang sahabat saya Pak Prabowo, walah viralnya. Memangnya [harus] kepada musuh saya, lah, apa kayak gitu, ya? Ayo bagaimana," kata Megawati di Unhan, Jumat (11/6).

kumparan post embed
Pengukuhan Guru Besar Tidak Tetap Prof. Dr. (H.C) Hj. Megawati Soekarnoputri di Unhan, Jumat, (11/6). Foto: Youtube/PDIP

Pernyataan Megawati itu kemudian dikaitkan dengan kemesraan PDIP-Gerindra yang diprediksi bakal berkoalisi di Pilpres 2024. Apalagi muncul skenario untuk mencalonkan Prabowo-Puan di 2024.

Lebih lanjut, Megawati juga menyinggung mengenai indahnya semangat gotong royong warga Indonesia. Khususnya di tengah pandemi COVID-19.

"Gotong royong kita luar biasa, loh. Sangat tercerminkan, kok. Umpamanya tetangga yang enggak kenal saling bertukar makanan, anak-anak muda seperti bikin grup-grup bikin nasi bungkus lalu mencari pemulung, itu saya liat, loh. Alhamdulillah deh yang namanya budaya gotong royong itu budaya kita," tuturnya.

kumparan post embed

"Maka Bung Karno enggak pernah mengatakan membuat Pancasila. Saya [Bung Karno] menggali Pancasila. Kalian sendiri, kan, tinggal merasakan," pungkasnya.

Keputusan gelar Profesor Kehormatan Guru Besar Tidak Tetap ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nomor 33271/MPK.A/KP.05.00/2021 yang dibacakan Sekretaris Senat Akademik Unhan Mayjen TNI Jonni Mahroza.