Megawati Resmikan Patung Bung Karno di Polder Stasiun Semarang Tawang
·waktu baca 2 menit

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meresmikan patung Bung Karno di Polder Stasiun Semarang Tawang secara virtual. Dalam sambutannya, Megawati berterima kasih kepada PT KAI yang telah memprakarsai pembangunan patung Bung Karno di Stasiun Semarang Tawang.
Dengan berdirinya patung Bung Karno di Stasiun Semarang Tawang, menambah "koleksi" patung Bung Karno di berbagai wilayah. Sebelumnya, Megawati juga pernah meresmikan patung Bung Karno di Akademi Militer Magelang, di Lemhanas, dan juga di Kementerian Pertahanan.
"Tentu saya sebagai salah satu ahli waris dari keluarga besar Bung Karno tentunya sangat bangga, mengucapkan terima kasih. Alhamdulillah patung Presiden pertama, Proklamator, pahlawan bangsa yang bernama dr. Ir. Soekarno mulai banyak dibuatkan patung-patung," kata Megawati dalam sambutannya, Rabu (29/9).
Megawati mengaku terharu karena tidak menyangka patung Bung Karno bisa didirikan di mana-mana. Apalagi dia sempat berpikir sejarah tentang Bung Karno pada masa Orde Baru dibelokkan dan diceritakan secara tidak benar.
"Jadi apa yang ingin saya sampaikan, akhirnya nama beliau pun sekarang telah diingat kembali. Bung Karno itu bukan hanya.... orang dulu sering mengatakan tentu ibu membela bapaknya, karena ibu [adalah] anaknya. Masa saya enggak membela orang tuanya?" tuturnya.
"Akhirnya sirna yang namanya komentar seperti itu karena betul beliau adalah bapak biologis saya. Tapi beliau juga adalah bapak ideologis saya sebagai warga bangsa," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama PT KAI, Said Aqil Siradj, berharap patung Bung Karno dapat memberikan nilai positif, barokah, serta kontribusi bagi pariwisata Kota Semarang, dan menambah ikon Kota Semarang.
"PT KAI dengan jargonnya peduli dan sinergi dengan stakeholder dan seluruh masyarakat pengguna [agar] melayani lebih cepat dan lebih baik. Itulah jargon PT KAI hari ini. Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan agar kita mampu berjalan sesuai dengan amanah yang dipercayakan bangsa ini," kata Said.
Ia juga mengatakan patung Bung Karno ini mencerminkan kepribadian dan kematangannya sebagai pemimpin bangsa, yang bertujuan menggapai cita-cita bagi kemajuan bangsa.
"Profil patung Presiden Sukarno ini penuh dengan energi, semangat, berwibawa, dan kematangan sebagai seorang pemimpin yang gagah dan anggun. Tangan kanan menunjuk ke atas dan tangan kiri memegang tongkat komando yang menggambarkan Bung Karno sebagai pemimpin bangsa yang memiliki tujuan menggapai cita-cita bagi kemajuan," pungkasnya.
