Megawati: Saya Dibilang Kuno Kalau Bilang Tak Boleh Makan Junk Food

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyesalkan banyak pihak yang menyalahartikan pernyataannya soal minyak goreng.

Ia mengaku, ajakannya untuk menghemat minyak goreng dengan tidak sering memasak dengan cara menggoreng dimaksud untuk mendorong terciptanya generasi yang lebih sehat.

"Di Amerika, ada presiden dalam kongres katakan akan minta biaya besar bagi kesehatan. Karena yang jadi masalah besar adalah makanan junk food. Nanti dibilang, Bu Mega kuno masa enggak boleh makan, apa itu kalo anak-anak suka, hamburger," kata Megawati saat menyampaikan pidato virtual dalam acara Demo Masak Tanpa Minyak Goreng PDIP, Senin (28/3).

"Bukan enggak boleh, jangan saya di pro-kontra-kan. Tapi pikirkan. Semua orang makan, yang ingin saya tambahkan, asupan yang harus sehat," imbuh dia.

kumparan post embed

Megawati mengatakan tak melarang keluarganya mengkonsumsi junk food. Namun, ia menegaskan, junk food yang identik dibuat menggunakan banyak minyak goreng tak baik untuk kesehatan.

"Kalau kalian seperti di Amerika gemuk enggak jelas gimana. Salah satu penyakit banyak, jantung, darah tinggi dan lain-lain," terangnya.

"Saya minta keluarga saya beli bahan segar. Bukan berarti anak cucu saya tidak makan hamburger. Boleh. Tapi bukan asupan tiap hari. Itu perbedaannya," lanjut dia.

Megawati menerangkan dirinya juga pernah melewati masa sulit dari segi ekonomi. Namun, ia mengatakan ini bukan berarti dirinya tak bisa menyediakan konsumsi sehat untuk keluarga.

"Saya sangat peduli, tapi kalau kita berhenti anak-anak kita makan apa? Itu pertanyaan saya, liat ibu antre. Jam berapa dia pulang? Anaknya pulang sekolah sudah dibuatkan makan apa belum. Terus kalo sakit gimana? Tolong ibu-ibu, dengarkan yang saya katakan dan lakukan," jelas Megawati.

"Saya juga kan enggak langsung hidup kaya sekarang, enggak perlulah saya ceritakan, saya juga pernah jadi rakyat biasa karena ayah saya dilengserkan. Jadi antara beli susu dan vitamin, apa yang saya lakukan? Saya rebus kacang hijau tiap hari untuk diminum anak saya. Enak sebenernya kalau mau," tambahnya.

Peserta menata makanan saat mengikuti demo memasak makanan tanpa minyak di Sekolah DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta (28/3/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Megawati: Kurangi menggoreng makanan bisa bantu permasalahan stunting

Megawati mengingatkan, saat ini permasalahan stunting juga masih menjadi persoalan penting yang perlu diselesaikan Indonesia. Dorongan asupan makanan bergizi bagi masyarakat khususnya anak-anak diharapkan Megawati dapat menjadi solusi persoalan tersebut.

"Seorang perempuan yang siap menjadi seorang ibu harusnya punya pengetahuan untuk dapat bayi sehat sampai balita. Apa toh yang harus dikerjakan? Kalau anaknya stunting apa akan dikembalikan? Itu pertanyaan saya waktu itu, makanya saya milih menerangkan kembali [soal pengolahan makanan sehat]," papar Megawati.

"Saya dibilang pemimpin yang katanya wong cilik tapi tidak empati soal minyak. Bukan demikian. Saya ingin menerangkan, makanan itu harus bermanfaat bagi siapa? Kita dan keturunan kita," tambahnya.

Megawati melanjutkan, Presiden Jokowi sangat serius untuk mengatasi penurunan stunting. Ia berharap masyarakat bisa lebih sadar dengan asupan makanan sehat, sehingga angka stunting tidak hanya turun, namun bisa ditiadakan.

Di antaranya dengan mengkonsumsi makanan yang tak selalu digoreng. Mulai dari ubi jagung, telur dengan dikukus, direbus, atau dipanggang. Adapun memanfaatkan bahan-bahan kaya vitamin seperti kacang hijau untuk konsumsi sehari-hari.

Seorang peserta demo memasak makanan tanpa minyak goreng memerah hasil minyak kelapa sebagai cara alternatif menggoreng di Sekolah DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta (28/3/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Pak Jokowi dengan begitu serius saya sampe lupa bilang ketika kita akan Indonesia Emas 2045, ternyata beliau sampai tuntasi masalah stunting, sudah ada penurunan. Saya bilang Pak jangan penurunan, stunting harus nol. Bentuk target. Berarti itu bisa masuk indonesia emas. Kalau turun kapan-kapan enggak diperhatikan, naik lagi," paparnya.

"Ibu-ibu [bilang] 'itu hak saya memakai minyak goreng', terserah, saya tidak melarang. Tapi saya prihatin kalau anak-anak sampean tidak sehat lahir batin, cerdas. Pemimpinnya [Pak Jokowi] minta punya generasi emas, dari mana?" pungkas dia.