Megawati Setuju Ratu Kalinyamat dan dr Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden ke-5 RI, Prof. Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri memberikan pandangannya terhadap sosok Ratu Kalinyamat. Menurutnya, Ratu Kalinyamat merupakan perempuan tangguh dan layak dijadikan pahlawan nasional.
"Saya setuju banget nama beliau dijadikan pahlawan. Ini kembali bukan karena saya subjektif sama perempuan. Enggak loh saya kan pernah tahu sebagai presiden untuk menjadikan seorang pahlawan itu tidak gampang," kata Megawati saat berbicara Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara yang digelar TNI AL di geladak KRI Dewaruci, Jakarta Utara, Kamis (11/8).
Ketua Umum PDIP itu menjelaskan, Portugis menyebut Ratu Kalinyamat sebagai rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame atau 'Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani'.
"Coba bayangkan, duh orang penjajah mengakui kok kitanya sendiri ya ndak. Jadi saya setuju banget," jelas Megawati.
Sekilas Ratu Kalinyamat dan Malahayati
Megawati mengutip kisah Ratu Kalinyamat. Ratu Kalinyamat disebutkan sangat bersemangat membangun kapal perang dan mengirimkannya untuk menyerang Portugis pada 1551. Ia juga membantu Sultan Johor di Malaka, Sultan Ternate, dan Sultan Hitu.
Puncaknya pada 1574, Ratu Kalinyamat membantu Sultan Aceh dalam menghadapi Portugis.
Megawati kemudian menyinggung sosok laksamana perempuan pemberani dari Bumi Serambi Mekah, Aceh, yakni Laksamana Malahayati.
Malahayati mampu mengalahkan Cornelis de Houtman melalui duel satu lawan satu. Selain itu, ada Ratu Shima dari Kerajaan Kalingga di Pantai Utara Jawa yang memiliki ketegasan yang tidak tertandingi.
"Ratu Kalinyamat, Laksamana Malahayati, dan Ratu Shima hanyalah sedikit contoh, betapa Nusantara begitu kaya dengan tokoh-tokoh Maritim, dan banyak di antaranya adalah tokoh perempuan," kata Megawati.
Dokter Soeharto
Ketua Dewan Pengarah BRIN ini mengatakan, jelang peringatan 17 Agustus, dirinya juga menerima aspirasi agar dr. Soeharto mendapat gelar pahlawan nasional.
Semasa hidupnya, dr. Soeharto memiliki kedekatan spesial dengan Presiden dan Wakil Presiden Pertama RI Sukarno dan Mohammad Hatta. Bahkan, sejak 1942, Soeharto menjadi dokter pribadi mereka.
Lebih lanjut, Megawati berharap kaum perempuan Indonesia bisa lebih berani memperjuangkan hak-haknya dan bisa tampil sebagai pemimpin.
"Tolong mereka kaum perempuan yang hidup di NKRI harus sadar, sadar, sadar sepenuh-penuhnya bahwa hak kita adalah sama dengan kaum laki laki," ucapnya.
"Saya punya orang tua yang sangat progresif. Tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan," tutup Megawati.
