Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Melihat Al-Quran Mini Bertinta Emas Peninggalan Pangeran Wijaya Kusuma
23 Mei 2018 19:03 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:08 WIB

ADVERTISEMENT
Kiai Tubagus Muhammad Tamyiz, begitu nama ulama ini dikenal. Tamyiz dikenal sebagai pendiri Masjid Jami Darussalam di Kecamatan Sukaraja, Bogor.
ADVERTISEMENT
"Al-Quran ini sudah turun temurun diwariskan oleh keluarga saya. Kebetulan saya dikasih bapak saya pada tahun 1995," kata Tamyiz saat berbincang dengan kumparan, Rabu (23/5).

Tamyiz mengatakan Al-Quran tersebut awalnya dimiliki oleh sang kakek buyut, Pangeran Wijaya Kusuma. Pangeran Wijaya Kusuma sendiri dikenal sebagai salah seorang tokoh pejuang di masa penjajahan Belanda.

Dia mengaku tak mengetahui sejarah pembuatan Al-Quran tersebut. Tamyiz hanya diamanati menerima Al-Quran tersebut karena sehari-hari ia mengajar mengaji.
"Kalau kebaca atau enggaknya Al-Quran ini, alhamdulillah kebaca sama saya. Karena saya selain membaca Al-Quran, saya juga menghafalkan dan mengamalkan isi Al-Quran," ucapnya.

Tamyiz juga sempat menceritakan keunikan Al-Quran berukuran 2x3 centimeter itu. "Ada banyak sebenarnya, tapi enggak bisa saya ceritakan semuanya. Intinya berkat saya amalkan ilmu Al-Quran ini, saya alhamdulillah dapat berkah, contohnya ya ini, diliput wartawan setiap bulan Ramadhan," ujar Tamyiz.
ADVERTISEMENT