Melihat Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka'bah, Makkah, Saatnya Cek Arah Kiblat
·waktu baca 3 menit

Matahari melintas tepat di atas Ka'bah yang berada di tengah Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, hari ini Senin (27/5/2024) pukul 12.16 Waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 16.18 WIB.
Momen ini bisa dimanfaatkan Muslim di Indonesia untuk mengecek ulang arah kiblat dengan benar.
Fenomena ini disebut sebagai Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat. Pada momen ini, arah kiblat searah dengan matahari, ditandai dengan bayang-bayang benda tegak lurus yang akan membelakangi arah kiblat.
Tim Media Center Haji 2024 berkesempatan menyaksikan fenomena ini langsung di depan Ka'bah. Ribuan umat Islam dari berbagai penjuru dunia yang sedang melakukan tawaf juga menyaksikan fenomena langka tersebut.
"Hari ini ada peristiwa matahari akan melewati di atas ka'bah pukul 12.18 WAS. Ini cara yang mudah bagi umat muslim untuk menentukan arah kiblatnya," kata Pembimbing Ibadah (Bimbad) Daker Makkah, KH Ahmad Sidqi, Senin (27/5).
Dia mengimbau kepada umat Muslim untuk mengecek arah kiblat saat fenomena Rashdul Kibrat.
“Ini dapat dimanfaatkan umat muslim Indonesia, apakah saf arah kiblatnya sudah tepat mengarah ke Makkah,” ucapnya.
Fenomena ini bukan hanya terjadi pada Senin (27/5), tetapi juga terjadi pada Selasa (28/5). Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib.
“Peristiwa Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat akan terjadi pada hari Senin dan Selasa, 27 dan 28 Mei 2024 bertepatan dengan 18 dan 19 Zulkaidah 1445 H pada pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA. Saat itu, matahari akan melintas tepat di atas Ka'bah," kata Adib dikutip dari rilis Kemenag, Jumat (17/5).
Dia mengatakan, berdasarkan tinjauan astronomi ilmu falak, terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat, di antaranya menggunakan kompas, theodolite, serta fenomena posisi matahari melintasi tepat di atas Ka’bah atau Istiwa A'zam.
Untuk menentukan arah kiblat dengan benar di momen ini cukup mudah. Kamu yang beragama Islam dan Muslim di Indonesia cukup ikuti tata caranya di bawah ini dengan saksama:
Tentukan tempat yang ingin diketahui arah kiblatnya dengan cari lokasi yang rata dan terkena cahaya Matahari langsung.
Siapkan tongkat lurus atau benda tegak lurus tak berongga, seperti spidol papan tulis, botol plastik, botol minum atau tumbler. Jika tidak ada, kamu bisa menggunakan benang berbandul.
Siapkan jam yang sudah dikalibrasikan. Kamu bisa merujuk pada jam.bmkg.go.id atau time.is.
Tancap tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan tongkat benar-benar tegak lurus sekitar 90 derajat permukaan tanah, atau gantungkan benang berbandul.
Tunggu hingga waktu Matahari di atas Ka'bah tiba, pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA. Ketika waktunya tiba, amati bayangan tongkat atau benang tersebut.
Tandai ujung bayangan dan tarik garis lurus dengan pusat bayangan tongkat atau bandul. Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat di tempat kamu.
Meluruskan kiblat tidak harus dilakukan pada puncak fenomena. Jika cuaca kurang bagus, kalibrasi bisa dilakukan dua hari sebelum hingga dua hari sesudah puncak fenomena sejak 5 menit sebelum hingga 5 menit sesudah puncak fenomena.
