Melihat Jalan di Kuningan yang Buat Jokowi Terjebak Macet 30 Menit

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kemacetan di Jalan dr. Satrio, Karet, Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kemacetan di Jalan dr. Satrio, Karet, Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Masih ingat curhat Presiden Joko Widodo yang terjebak macet 30 menit di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, saat akan menghadiri sebuah acara?

"Saya kena macet. Setengah jam enggak gerak. Maaf saya terlambat," begitulah kira-kira curhat Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019 di Raffles Hotel, Jakarta.

Terjebak kemacetan tak hanya dikeluhkan oleh Joko Widodo. Tapi juga pengendara maupun warga yang sehari-hari melintasi kawasan tersebut.

Ya, dalam beberapa bulan terakhir kemacetan di kawasan Kuningan semakin menjadi-jadi. Alasannya, di sejumlah ruas, misal di jalan Prof. Dr. Satrio, sedang ada pengerjaan proyek revitalisasi trotoar.

Kemacetan di Jalan dr. Satrio, Karet, Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Akibat proyek pelebaran trotoar di Kuningan, kemacetan tak terhindarkan. Jangan ditanya bagaimana kondisi lalu lintas saat jam-jam sibuk di pagi dan sore hari.

kumparan pun mencoba menjajal Jalan Prof. Dr. Satrio pada Selasa (3/12) sekitar pukul 12.00 WIB, atau di saat ramai jam makan siang. Pantauan di lokasi, jalanan begitu padat merayap. Suara klakson juga saling bersahutan.

Kemacetan di Jalan Prof. Dr. Satrio terpantau pandangan mata sekitar 2 kilometer, mulai dari titik pertemuan Jalan Casablanca - Jalan Prof. Dr. Satrio yang mengarah ke Karet sampai putaran di Jalan Sudirman atau dekat Gedung Sampoerna Strategic.

Sementara itu, di sisi kanan dan kiri, terlihat proyek trotoar yang masih belum rampung. Pelebaran trotoar ini memakan setidaknya 70-100 cm badan jalan. Di beberapa titik juga tampak tumpukan batu dan semen berjejer, yang semakin mempersulit ruang gerak kendaraan.

Kemacetan di Jalan dr. Satrio, Karet, Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Menurut seorang pengendara yang sering melintasi Jalan Prof. Dr. Satrio, Wawan (41), kemacetan memang bertambah parah seiring adanya pengerjaan trotoar

“Ini sekarang (siang hari macet) masih segini. Sore biasanya lebih macet lagi,” ungkap Wawan kepada kumparan.

Wawan mengungkapkan, sejak proyek pelebaran trotoar ini, ia pun bisa menempuh 20-25 menit hanya untuk melintasi jalan tersebut.

Sepakat dengan Wawan, Asrul (45) yang sehari-hari membuka lapak kunci di Jalan Prof. Dr. Satrio juga ikut mengeluhkan kondisi kemacetan yang semakin parah. Setidaknya dalam waktu sebulan terakhir.

Kemacetan di Jalan dr. Satrio, Karet, Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

“Di sini itu memang macet. Memang makin bertambah parah karena proyek juga. Sudah sebulan lebih apa ya,” ujar Asrul.

Selain itu, pejalan kaki yang melintas juga harus berhati-hati, karena banyak lubang saluran air yang belum tertutup.

Kemacetan di Kuningan juga disorot sejumlah warganet di media sosial. Banyak dari mereka yang mempersoalkan proyek pelebaran jalan dikerjakan saat jam-jam sibuk, yang mengakibatkan kendaraan padat merayap.

Berbagai keluhan juga diutarakan mereka, mulai dari aktivitas pekerja proyek dan material, hingga alat berat yang memakan badan jalan.

X post embed

Curhatan Presiden Joko Widodo ini turut mendapat respons dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebagai pemimpin wilayah Jakarta, ia mengungkapkan akan mengecek titik macet yang dialami Jokowi.

"Nanti saya cek dulu ya persisnya titiknya. Saya cek dulu apakah benar karena itu (perbaikan jalan dan trotoar) atau tidak," kata Anies di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (29/11).

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, kemacetan yang dialami Jokowi dikarenakan ada beberapa acara yang berlangsung secara bersamaan di kawasan Kuningan.

"Kemarin kan kebetulan ada beberapa kegiatan, yang pertama kegiatan Bapak Presiden sendiri. Kemudian juga di lokasi yang sama juga ada disemayamkan jenazahnya Pak Ciputra," ucap Eddy.

"Memang kepadatan lalu lintas cukup tinggi, meski pun kita sudah menempatkan anggota kita semua pada semua titiknya. Nah, kita sudah antisipasi untuk itu ya sehingga beberapa arus kita alihkan," lanjutnya.

kumparan post embed