Melihat JPO Kramat Jati: Bolong, Berkarat, Pengguna Jalan Takut Jeblos
11 Oktober 2025 19:03 WIB
·
waktu baca 3 menit
Melihat JPO Kramat Jati: Bolong, Berkarat, Pengguna Jalan Takut Jeblos
Setiap kali diinjak, lantai besi jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, bergoyang dan menimbulkan suara lengkingan logam yang nyaring. kumparanNEWS

ADVERTISEMENT
Lantai besi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, tampak mengkhawatirkan. Saat diinjak, jembatan tersebut bergoyang dan menimbulkan suara lengkingan logam yang nyaring.
ADVERTISEMENT
Di beberapa titik, besinya tampak dipenuhi karat dan berlubang, membuat pengguna waswas melintas di atasnya.
Lubang di lantai JPO bervariasi, dari ukuran kecil hingga cukup besar untuk membuat kaki seseorang terperosok. Beberapa bagian memang sudah ditambal semen, tetapi sisanya masih dibiarkan terbuka. Pilar jembatan pun tampak berkarat.
Pantauan kumparan di lokasi, rentang usia pengguna JPO ini beragam. Mulai dari anak-anak, remaja, dan lanjut usia. Anak-anak berjalan didampingi orang tua, sedangkan para pelajar terlihat berjalan dengan yakin tanpa pendampingan.
Di antara para pengguna, tampak seorang pria tunanetra lansia yang menyeberang dengan bantuan tongkat. Ia hanya bisa mengandalkan tongkatnya karena tidak ada petugas yang berjaga di sepanjang JPO, dan tak ada penanda jalan yang bisa memudahkannya.
ADVERTISEMENT
Satu dari banyaknya pelajar yang berlalu-lalang adalah Jill (13). Ia menilai kondisi JPO tersebut cukup memprihatinkan.
“Kalau saya lihat sih kayak ada yang bolong-bolong gitu. Takutnya kan jeblos gitu kakinya,” ujar Jill yang setiap pulang sekolah selalu menyeberang di JPO tersebut.
Ia mengatakan kondisi berlubang itu ia saksikan sejak Juli lalu, bulan pertama ia menjadi pengguna JPO secara penuh. Jill juga mengeluhkan banyaknya sampah yang berserakan di sepanjang JPO.
Selain lantai yang berlubang, tampak pula kabel yang terlilit di bagian tengah senderan JPO. Meski demikian, Jill menganggap “Enggak terlalu ngaruh, selama enggak di tengah jalan banget,” ungkapnya.
Kekhawatiran juga disampaikan Ica (40) pedagang di Pasar Kramat Jati. Ia mengaku kerap melihat pengguna JPO terperosok akibat lantai yang berlubang.
ADVERTISEMENT
“Ngeri banget. Takut jeblos, kan sakit juga. Ada aja yang kejadian begitu,” katanya.
Menurut Ica, sebagian besar korban adalah orang lanjut usia yang tidak menyadari kondisi lantai yang rapuh.
“Udah tua, maklum, orang tua mah nggak hati-hati. Padahal mah udah ropok (keropos),” ujarnya.
Ia menyebut jembatan itu sempat ditambal sekitar tahun 2022, tetapi kerusakan kembali muncul. “Tuh, ditambal-tambal. Rusaknya mah dari sebelum itu,” katanya sambil menunjuk ke arah tangga JPO yang ditambal.
Ica menuturkan, sudah pernah terdengar rencana pemerintah untuk memperbaiki JPO dan kawasan pasar sejak 2023. Dua tahun berselang, perbaikan itu belum terealisasi.
“Katanya 2023, mau dirombak tahun 2025. Tapi sampai sekarang belum ada,” katanya.
Ica berharap pihak Bina Marga DKI segera memperbaiki jembatan yang menjadi akses utama warga sekitar dan pengguna JPO itu.
ADVERTISEMENT
“Supaya ramai lagi, supaya bangkit lagi nih,” ujarnya.
