Melihat Kapten Pilot Perempuan Melakoni Peran Ibu di Rumah

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ida Fiqriah, kapten pilot perempuan. (Foto: Wahyuni Sahara/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ida Fiqriah, kapten pilot perempuan. (Foto: Wahyuni Sahara/kumparan)

Selain menjadi seorang kapten pilot Ida Fiqriah juga memiliki tanggung jawab sebagai istri dan ibu bagi kedua anaknya. Hal itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Di samping dituntut untuk menjadi seorang pilot yang profesional, ia juga harus menjadi pendamping terbaik untuk keluarganya. Ida mengatakan mampu menyiasati hal itu.

“Ini aja pintar-pintar fokusnya diri. Jadi pintar-pintarnya membawa diri. Saat kamu jadi penerbang, ya kamu berlaku sebagai penerbang, di saat kamu jadi ibu, ya kamu berlaku sebagai ibu, disaat kamu sebagai istri ya kamu berlaku sebagai istri. Jadilah diri kamu seperti adanya kamu disaat itu,” Ujar Ida saat ditemui di Gedung Garuda City Center, Tangerang, Kamis (13/4).

Ketika ia libur dari pekerjaannya. Ia memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya bersama keluarganya, ataupun tetangga dilingkungan sekitarnya.

Quality time khusus itu kita diatur waktunya. Kalau sekarang berlibur atas permintaan anak-anak. Setelah itu diskusikan, baru diputuskan bersama," kata Ida.

Dia sering bermain bersama anak-anaknya di belakang rumah. Mereka berolahraga bersama atau membuat layang-layang. Jika waktu memungkinkan, Ida juga menghadiri undangan sebagai wali murid bagi anak-anaknya di sekolah.

"Kadang saya jalan kaki atau naik sepeda untuk mengantarkan makanan untuk anak-anak ke sekolah kalau mereka ingin masakan ibunya. Untuk dirumah lingkungan komplek ada pengajian,” kata Ida.

Ida Fiqriah, Pilot perempuan di Garuda Indonesia (Foto: Dok. Garuda Indonesia)
zoom-in-whitePerbesar
Ida Fiqriah, Pilot perempuan di Garuda Indonesia (Foto: Dok. Garuda Indonesia)

Di sela-sela padatnya jam terbangi, ia juga tetap melakukan pekerjaan rumah tangga, salah satunya adalah memasak. Dibantu sang suami, keduanya menyiapkan menu makanan terbaik bagi kedua anaknya.

“Pekerjaan dirumah tetap saya jalani, seperti masak. Tapi enggak saya aja, dibantu sama suami. Kadang-kadang suami juga masak. Kerja sama aja semua. Selera dirumah beda-beda. Semuanya tercoverlah. Di rumah juga tetap ada asisten rumah tangga,” ujar Ida.

Ida berpesan kepada seluruh perempuan Indonesia agar fokus terhadap niat dan tujuan hidupnya terlebih dahulu. Dengan begitu menurutnya seorang perempuan tidak akan kesulitan dalam meraih mimpinya, karena tujuannya telah terfokuskan.

“Saya berpesan kepada perempuan agar difokuskan dulu tujuannya dia itu apa, niatnya dia itu apa, ketika sudah dapat tujuan dan niatnya itu difokuskan bagaimana cara meraih cita-cita itu tapi tentunya dengan cara yang baik dan halal,” kata Ida.

Perempuan yang memiliki hobi travelling ini tidak akan berhenti sebagai kapten pilot saja. Ia masih menyimpan mimpi lebih besar yakni menjadi captain white body. Namun, Ida masih perlu waktu dan perlu menimba ilmu kembali untuk meraih impiannya tersebut.

“Kalau ditanya, penerbang itu ilmunya selalu berkembang, jadi selalu bertambah. Masih ada lagi keinginan untuk jadi captain white body. Bekal yang saya punya dengan white body itu masih belum, masih harus ada lagi yang dipersiapkan,” ujar Ida.

Baca juga: Ida Fiqriah, Kapten Pilot Perempuan Pertama Garuda Indonesia