Melihat Macetnya Citayam yang Bikin KDM Mau Bangun Underpass untuk Atasinya

Kemacetan yang terjadi pada perlintasan sebidang jalur kereta api sekitar Stasiun Citayam, Depok, Jawa Barat, seakan sudah menjadi makanan sehari-hari bagi warga sekitar. Karenanya, muncul wacana dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM untuk membangun underpass demi mengatasi masalah tersebut.
Pantauan kumparan di lokasi, Minggu (30/8), jalur ini sangat ramai dilalui masyarakat. Memang, ini merupakan salah satu jalur yang menghubungkan antara Depok dengan Kabupaten Bogor.
Namun, persoalan muncul ketika ada kereta api yang melintas. Kendaraan harus berhenti hingga 20 menit, apalagi di jam-jam sibuk. Kemacetan pun tak terhindarkan.
Deretan angkot warna biru terlihat parkir di bahu jalan untuk menunggu penumpang. Kondisi tersebut membuat ruas jalan yang sudah sempit semakin terbatas untuk dilalui kendaraan.
"Ini tiap hari begini kalau jam berangkat dan pulang kerja. Jalanannya sempit, terus angkot pada ngetem. Ditambah kalau ada kereta, bisa 15-20 menit baru jalan," ujar salah satu pengendara yang terjebak macet.
Pembangunan Underpass Masuk Tahap Evaluasi
Rencana pembangunan underpass di lokasi ini telah masuk tahap evaluasi. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Kabupaten Bogor telah menggelar rapat membahas hal itu.
Berdasarkan situs resmi Pemkot Depok, pertemuan membahas kesiapan pembebasan lahan, penyempurnaan dokumen perencanaan, hingga penyesuaian jadwal pelaksanaan konstruksi.
Kesepakatan pembangunan Underpass Citayam sudah ditandatangani pada Februari 2026.
Kepala Bappeda Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, rapat dilakukan untuk memastikan seluruh pihak menjalankan peran masing-masing sesuai kesepakatan.
"Dalam kesepakatan tersebut, Pemkot Depok dan Pemkab Bogor bertugas menyiapkan proses pembebasan lahan," ujar Dedi.
Kata Warga
Di tengah rencana pembangunan tersebut, warga yang berada di sekitar lokasi mengaku belum mendapat sosialisasi resmi mengenai proyek underpass.
"Penyampaian belum ada, yang pastinya belum ada. Ya tahu-tahu dari itu aja. Nggak ada resmi," ujar Rizal, warga setempat saat ditemui di lokasi.
Rizal hanya mengaku mendengar adanya kabar terkait pelebaran jalan, namun belum terkait underpass. Ia hanya berharap agar pemerintah bisa membayarkan ganti rugi atas tanah dahulu sebelum proyek dijalankan.
"Keluh kesahnya ya kita warga di sini belum ada ganti ruginya gitu. Seharusnya kalau mau selesaiin dulu gitu kan. Baru enak," katanya.
Rizal juga khawatir mata pencahariannya terdampak jika proyek berjalan.
"Dan jelas usahanya hancur gitu kan. Nggak bisa lanjutin usaha lagi kan. Jadi itu nyambung hidup lah ke depannya gitu kan," tutur dia.
Meski mengeluh, ia tetap berharap pembangunan nantinya dapat mengurai kemacetan di kawasan tersebut.
"Walaupun di sini macet banget sih Pak. Memang macet di sini. Mudah-mudahan jalannya lancar. Jangan macet lagi," harapnya.
Keluhan serupa disampaikan Babeh, tukang ojek pangkalan yang biasa menunggu di sekitar lokasi rencana proyek underpass. Babeh berharap jika memang harus digusur, ada kompensasi dari pemerintah.
"Harapannya kalau seandainya digusur, pangkalan ini dapat kompensasi gitu dari pemerintah setempat. Misalnya kan saya itu mata pencahariannya kan di sini. Sudah ratusan tahun saya di sini," kata dia.
Babeh juga meminta pemerintah membuka lapangan kerja bagi warga terdampak.
"Mungkin kalau seandainya memang saya dapat kompensasi juga dari Pemprov, ya mungkin saya juga mau buka pekerjaan di sini gitu loh. Lapangan kerja untuk kuli-kuli gitu kan, saya bersedia," tegasnya.
KDM Janjikan Dibangun 2027
Sebelumnya, KDM menjanjikan pembangunan flyover Margonda dan underpass Citayam pada 2027. Kedua proyek tersebut disiapkan untuk mengatasi persoalan kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas di wilayah Depok dan sekitarnya.
Untuk Margonda, flyover menjadi salah satu solusi yang disiapkan untuk mengurai kepadatan di ruas jalan utama Kota Depok. Sementara di Citayam, proyek yang direncanakan berupa underpass yang menghubungkan kawasan Citayam dengan Bojonggede.
Dedi menargetkan kedua proyek tersebut mulai direalisasikan pada 2027. Pembangunannya akan melibatkan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing.
