Melihat Perayaan Idul Adha di Berbagai Negara di Tengah Pandemi Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Umat Muslim melakukan salat Idul Adha di Masjid Agung Hagia Sophia di Istanbul, Turki. Foto: Murad Sezer/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Umat Muslim melakukan salat Idul Adha di Masjid Agung Hagia Sophia di Istanbul, Turki. Foto: Murad Sezer/REUTERS

Perayaan Idul Adha tahun ini terasa begitu berbeda. Pandemi virus corona yang melanda lebih dari 215 negara membuat seluruh warga dunia waspada, antisipasi, dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Tak hanya di Indonesia, pelaksanaan ibadah salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban di berbagai negara juga diberlakukan berbagai pembatasan. Semua dilakukan untuk mencegah serangan COVID-19 yang meluas.

Berikut kumparan rangkum pelaksanaan ibadah Idul Adha dari berbagai belahan dunia.

Hagia Sophia, Turki

Umat Muslim melakukan salat Idul Adha di Masjid Agung Hagia Sophia di Istanbul, Turki. Foto: Murad Sezer/REUTERS

Setelah 26 tahun berfungsi sebagai museum, Masjid Agung Hagia Sophia di Istanbul, Turki, menggelar Salat Idul Adha perdana pada Jumat (31/7). Di tengah pandemi corona, ibadah salat id digelar dengan protokol kesehatan ketat.

Ribuan orang turut serta mengikuti salat id di Hagia Sophia yang dipimpin oleh Kepala Direktorat Urusan Agama Turki Ali Erbas.

Sebelum salat, petugas membagikan sajadah, disinfektan, masker dan air. Layar raksasa juga terpasang di hampir setiap sudut Hagia Sophia, demikian dikutip dari kantor berita Turki Anadolu Agency.

Lempar Jumrah di Mina, Arab Saudi

Lempar jumrah Aqobah di Mina dengan menerapkan social distancing. Foto: Saudi Press Agency via REUTERS

Pada hari ketiga Haji 2020, jemaah haji dari berbagai negara melakukan lempar jumrah di Aqabah, Mina. Karena ibadah Haji 2020 dilakukan di tengah pandemi virus corona, otoritas Arab Saudi memberlakukan protokol kesehatan ketat.

Setibanya di Muzdalifah, para jemaah haji tidak mengambil sendiri kerikil yang akan dilemparkan. Melainkan diberikan oleh panitia, dengan kerikil yang sudah dibersihkan dan sudah disterilisasi.

Saat tiba di lokasi lempar jumrah, jaga jarak wajib diberlakukan. Mereka harus berdiri di batas kuning yang telah dibuat petugas.

Jemaah haji saat melakukan lempar jumrah Aqobah di Mina dengan menerapkan social distancing. Foto: Saudi Press Agency via REUTERS

Idul Adha yang Muram di Libya

Perayaan Idul Adha di Libya begitu muram: hancur akibat konflik, diperparah dengan pandemi corona.

Setidaknya, potret itu tergambarkan di pasar hewan kurban di pinggiran ibu kota Libya Tripoli, Tajoura. Tahun ini, pembeli hewan kurban turun drastis.

Suasana pasar hewan kurban di Kota Tripoli, Libya, Selasa (28/7). Foto: Mahmud TURKIA / AFP

"Biasanya, sehari sebelum Idul Adha, warga warga berbondong-bondong membeli domba," ungkap seorang pedagang hewan kurban di Libya, Suleiman Ertel, dikutip AFP.

Tahun ini, penjualan bukan cuma merosot. Tapi hampir tak ada hewan yang terjual. Ertel menilai pandemi virus corona membuat warga takut ke pasar. Tingginya harga hewan semakin memperburuk keadaan.

Suasana pasar hewan kurban di Kota Tripoli, Libya, Selasa (28/7). Foto: Mahmud TURKIA / AFP

Pedagang sedih, pembeli pun kelimpungan. Warga lokal Libya mengaku sudah tidak mampu membeli hewan kurban.

Seorang warga bernama Ahmed Al-Fallah mengatakan, dia sudah tiga hari mencari kambing atau domba dengan harga terjangkau. Menurutnya, walau kondisi sulit, tapi berkurban di hari Idul Adha adalah tradisi keluarga yang wajib dilestarikan.

"Saya cuma bisa tanya harga, tapi tak mampu beli," tutur Ahmed.

Haru Jemaah Haji WNI di Arab Saudi

Haji 2020 hanya diikuti i13 warga negara Indonesia (WNI). Salah satu yang beruntung mendapat kesempatan haji tahun ini di tengah pandemi corona adalah Ata Yahra.

Kesempatan langka ini membuat Ata tak sanggup menahan tangis harunya. "Alhamdulillah, saya ada di sini, hari ini, untuk haji khusus. Saya merasa itu adalah berkah dari Allah kepada saya, sebelum saya meninggalkan Saudi," kata Ata sambil menahan haru dalam video yang diunggah Al Jazeera English, Jumat (31/7).

instagram embed

Tak hanya Ata, pengalaman tak jauh berbeda datang dari Muhammad Wahyu, yang baru tinggal setahun di Saudi untuk mengajar di Sekolah Riyadh Indonesia.

Dalam wawancaranya dengan Konsul Haji-1 KJRI Jeddah Endang Jumali, Wahyu mendaftarkan diri untuk haji khusus bagi ekspatriat yang dibuka pemerintah Saudi.

“Jadi saya sendiri (yang lolos), sempat bingung juga. Bingung campur bahagia, campur senang. Bingungnya karena tidak ada teman. Ya alhamdulillah, mungkin ini sudah panggilan. Ya, bismillah,” ungkap Wahyu.

kumparan post embed

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

embed from external kumparan