Melihat Percetakan Al-Quran Terbesar Dunia di Madinah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana percetakan Al-Quran Raja Fahd atau Majma Malik Fahd Li Thiba'ah Mushaf Syarif di Madinah. Foto: Salmah Muslimah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana percetakan Al-Quran Raja Fahd atau Majma Malik Fahd Li Thiba'ah Mushaf Syarif di Madinah. Foto: Salmah Muslimah/kumparan

Percetakan Al-Quran Raja Fahd atau Majma Malik Fahd Li Thiba'ah Mushaf Syarif merupakan percetakan Al-Quran terbesar di dunia. Lokasinya berada di Kawasan an-Nakhil 11 km dari Masjid Nabawi, Madinah.

Percetakan yang berdiri di atas lahan 25 hektare ini dibuka untuk umum secara gratis. Warga atau wisatawan bisa datang berkunjung melihat langsung proses percetakan Al-Quran.

Begitu tiba di lokasi, pengunjung akan disambut oleh petugas di pos. Setelah itu akan diarahkan menuju lokasi percetakan yang berada di dalam sebuah gedung besar.

Saat memasuki gedung, terlihat sejumlah Al-Quran dipajang di etalase kaca. Mulai dari ukuran kecil hingga besar. Ada juga contoh Al-Quran braille yang dicetak di sini.

Suasana percetakan Al-Quran Raja Fahd atau Majma Malik Fahd Li Thiba'ah Mushaf Syarif di Madinah. Foto: Salmah Muslimah/kumparan

Pengunjung bisa melihat proses percetakan Al-Quran dari atas. Di bagian bawah terlihat para petugas memasukkan puluhan mushaf ke dalam boks. Ada juga petugas yang sedang mengoperasikan mesin cetak.

Percetakan yang didirikan sejak 1984 pada masa pemerintahan Raja Fahd ini memiliki 1.100 pegawai. Karena menjadi salah satu objek wisata, tercatat ada 3.000-5.000 pengunjung setiap harinya.

Humas dan publikasi percetakan, Ahmad Tarjamy, mengatakan dalam setahun pabrik ini bisa mencetak puluhan juta eksemplar.

"Setiap tahunnya kami mencetak 20 juta eksemplar Al-Quran," kata Ahmad Tarjamy kepada wartawan, Kamis (27/6).

Suasana percetakan Al-Quran Raja Fahd atau Majma Malik Fahd Li Thiba'ah Mushaf Syarif di Madinah. Foto: Salmah Muslimah/kumparan

Sedangkan khusus Al-Quran braille, ia mengatakan pembuatan Al-Quran khusus tunanetra ini dibuat mulai 2018.

"Setiap tahunnya kami mencetak 5.000 eksemplar Al-Quran braille," katanya.

Ahmad mengatakan setelah Al-Quran dicetak, berlanjut ke proses distribusi. Distribusi dilakukan dalam tiga bagian.

Sejumlah pekerja beraktivitas di percetakan Al-Quran Raja Fahd atau Majma Malik Fahd Li Thiba'ah Mushaf Syarif di Madinah. Foto: Salmah Muslimah/kumparan

"Pertama, untuk hadiah bagi jemaah haji dan pengunjung percetakan. Kedua, untuk wakaf yang dibagi ke masjid dan sekolah di maupun di seluruh dunia. Ketiga, untuk dijual," ucap Ahmad.

Pengunjung memang bisa membeli Al-Quran dalam berbagai ukuran di toko yang terdapat di bagian depan percetakan. Mushaf Quran dijual mulai dari 14 dan 17 riyal untuk ukuran terkecil, 23 riyal untuk ukuran sedang, dan 30 riyal untuk ukuran besar. Ada juga juz Amma berbahasa Indonesia seharga 6 riyal.

Sejumlah pekerja beraktivitas di percetakan Al-Quran Raja Fahd atau Majma Malik Fahd Li Thiba'ah Mushaf Syarif di Madinah. Foto: Salmah Muslimah/kumparan

Nurhayati, pengunjung dari Jakarta mengaku sangat kagum saat melihat proses percetakan Al-Quran terbesar di dunia itu.

"MasyaAllah tabarakallah, saya sebagai umat muslim bisa menyaksikan bagaimana Al-Quran dibuat. Saya sangat kagum melihat prosesnya," ucapnya.

Diterjemahkan Lebih 77 Bahasa

Ahmad mengatakan Al-Quran di percetakan ini diterjemahkan lebih dari 77 bahasa yang ada di dunia.

" Terdapat lajnah atau komite berasal dari berbagai negara yang secara khusus melakukan proses penerjemahan," ucapnya.

Suasana percetakan Al-Quran Raja Fahd atau Majma Malik Fahd Li Thiba'ah Mushaf Syarif di Madinah. Foto: Salmah Muslimah/kumparan

Percetakan ini beroperasi 24 jam. Pengunjung bisa datang langsung ke lokasi untuk melihat proses percetakan Al-Quran.

Setelah kunjungan pengunjung akan mendapatkan satu Al-Quran gratis berukuran kecil.