Melihat Suasana Sepi Bandara I Gusti Ngurah Rai Saat Nyepi

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tidak beroperasi selama 24 jam sejak Kamis (7/3) pukul 06.00 WITA hingga Jumat (8/3) pukul 06.00 WITA . Hal itu untuk menghormati umat Hindu di Bali yang sedang memperingati Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1941 yang jatuh pada Kamis (7/3) ini.
Pantauan kumparan, bandara yang terletak di Kabupaten Badung, Bali, itu terpantau sepi. Tak ada lalu lalang penumpang di sepanjang jalan raya di kawasan Bandara. Sepi juga terpantau di area kedatangan atau keberangkatan domestik dan internasional.
Selain itu sejumlah titik ruang tunggu juga terpantau kosong. Pada area food court, sejumlah restoran atau toko souvenir juga ditutup. Hanya ada beberapa penjaga toko atau restoran yang terlihat sedang berjaga sambil tertidur.
Namun, sejumlah petugas keamanan bandara terlihat tetap berjaga. Ada yang berjaga di area kedatangan atau keberangkatan domestik. Ada juga yang terpantau lalu lalang di kawasan parkir, food court, dan pos pintu masuk bandara.
Setidaknya ada sebanyak 396 personel gabungan petugas keamanan bandara, polisi, dan TNI yang menjaga keamaman bandara.
kumparan juga sempat mendatangi apron bandara. Sedikitnya ada dua pesawat terbang yang tengah parkir di apron tersebut. Uniknya, sejumlah petugas yang sedang berjaga terlihat tengah mengelilingi apron dengan sepeda. Dari apron yang kosong ini tampak patung Garuda Wisnu Kencana sangat mencolok.
Sementara itu di kawasan reklamasi perluasan runway bandara juga terpantau sepi. Tak ada aktivitas dari pekerja. Hanya ada beberapa orang pekerja yang terlihat berjalan, berjaga-jaga mengelilingi proyek. Itu pun ditemani oleh seorang pecalang alias polisi adat Desa Tuban. Lalu para pekerja itu diantarkan kembali ke mess yang berada di dekat lokasi runway.
Berbicara soal pecalang, sejumlah pecalang juga ikut sesekali terpantau melakukan pengamanan di bandara. Ada yang berjaga di pos pintu masuk dan pos pintu masuk proyek reklamasi runway.
Untuk menghormati Nyepi di Bali, pemerintah juga telah mengeluarkan aturan agar tidak ada jaringan internet, kecuali di objek vital.
kumparan mencoba mengakses jaringan internet di area kedatangan atau keberangkatan internasional. Memang masih ada jaringan internet di bandara yang masyk kawasan objek vital, hanya saja jaringannya tidak stabil alias mati hidup.
