Membandingkan Harta Indra Kenz dan Doni Salmanan yang Sudah Disita Bareskrim

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vanessa Khong, kekasih Indra Kenz. Foto: Instagram/@vanessakhongg
zoom-in-whitePerbesar
Vanessa Khong, kekasih Indra Kenz. Foto: Instagram/@vanessakhongg

Bareskrim Polri terus memburu dan menyita aset atau harta milik crazy rich abal-abal Indra Kenz dan Doni Salmanan. Kedua tersangka binary option tersebut kini terancam dimiskinkan.

Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, total harta kekayaan Indra Kenz yang sudah disita terkait kasus aplikasi trading Binomo senilai Rp 57, 2 Miliar.

"Nilai total disita Rp 57,2 miliar," kata Gatot di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/3).

Aset milik Indra Kenz yang disita berupa rumah mewah miliknya dan orang tuanya tersebar di Kompleks Cemara Asri, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, di Kompleks Cemara Asri tepatnya di Jalan Seroja senilai Rp 30 Miliar.

kumparan post embed

Tidak hanya itu, terdapat mobil mewah yakni Tesla model 3 (Rp 1,5 Miliar), dan 1 Ferrari California (Rp 4,45 miliar). Itu masih aset yang disita, masih ada 5 lagi mobil mewah yang belum disita seperti BMW Z4 Roadster, Toyota Supra, Lamborghini Huracan LP580-2, hingga Rolls-Royce.

Doni Salmanan

Sedangkan harta kekayaan Doni Salmanan yang disita penyidik Bareskrim dari berbagai lokasi mencapai Rp Rp 60 miliar.

"(Aset) DS setelah ditotal sementara Rp 60 miliar ini yang sudah disita," ujar Gatot, Senin (14/3).

Gatot menyebut, harta yang disita tersebut berupa 2 rumah di Bandung, Jawa Barat. Kemudian, mobil Porsche 911 Carrera 4S, Toyota Fortuner dan 2 Honda CRV.

Doni Salmanan dan istri. Foto: Instagram/@dinanfajrina

Ada juga beberapa superbike milik Doni seperti BMW S1000 RR dan Ducati Superleggera V4. Termasuk sejumlah pakaian hingga jam tangan mahal miliknya.

Bareskrim menegaskan perburuan aset tidak hanya dalam bentuk barang dan bangunan. Tapi juga dalam bentuk aliran dana baik ke keluarga dan orang terdekatnya. Bahkan public figure ikut terseret dalam kasus tersebut.

""Kami mengharapkan para masyarakat atau public figure yang merasa menerima aliran dana dari kedua tersangka untuk melapor," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Senin (14/3).