Membandingkan Sekte Kerajaan Ubur-ubur dan Pelunasan Utang Swissindo

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mediasi antara MUI Kota Serang dengan Kerajaan Ubur-ubur. (Foto: Dok. MUI Kota Serang, Banten)
zoom-in-whitePerbesar
Mediasi antara MUI Kota Serang dengan Kerajaan Ubur-ubur. (Foto: Dok. MUI Kota Serang, Banten)

Keberadaan sekte Kerajaan Ubur-ubur mengejutkan masyarakat. Pasalnya selain berlatar agama, sekte ini juga hadir dengan mengklaim memiliki banyak uang di berbagai bank di dalam maupun luar negeri.

Mengingat soal uang, beberapa waktu lalu sebuah sekte penebus utang, UN Swissindo. Sekte ini mengklaim memiliki harta karun kerajaan nusantara dan harta tersembunyi Presiden Sukarno.

Lantas adakah hubungan atara dua sekte tersebut? Berikut kumparan jabarkan persamaan ataupun perbedaan keduanya.

1. Sama-sama dilarang

Baik Swissindo ataupun Kerajaan Ubur-ubur keduanya sudah dilarang. Swissindo dilaporkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke Bareskrim Mabes Polri lantaran membuat kredit macet di sejumlah bank. Saat ini, pemimpin mereka Soegiharto Notonegoro alias Sino sudah ditangkap.

Sedangkan, sekte Kerajaan Ubur-ubur saat ini sudah dilarang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang. Sekte yang menggunakan latar belakang agama Islam tersebut dinilai sesat.

2. Menggunakan Cerita Sejarah

Pemimpin Kerajaan Ubur-ubur, Aisah Tusalamah Baiduri Intan, mengaku merupakan jelmaan Nyi Roro Kidul. Ia mewajibkan pengikutnya untuk percaya keberadaan ratu pantai selatan tersebut.

Sementara Swissindo, menurut pemimpinnya yang bernama Sino, berdiri berdasarkan legalitas perjanjian sejarah dunia. Menurutnya, kerajaan bangsa di dunia itu berpusat di rumahnya, di Cirebon. Sino juga mengaku bahwa dirinya tengah mengemban misi penting yakni mengubah tatanan dunia menjadi lebih baik lagi. Dunia yang lebih baik yang dia maksudkan itu berupa proyek mencairkan hak kekayaan tiap-tiap manusia di seluruh dunia.

3. Mengklaim Punya Banyak Uang

Pemimpin Kerajaan Ubur-ubur mengatakan memiliki banyak uang. Harta kekayaannya tersimpan di beberapa bank baik di dalam maupun luar negeri. Namun, belum ada keterangan berapa nominal harta kerajaan tersebut.

Berebeda dari Kerajaan Ubur-ubur, Swissindo justru berani mengungkap nilai harta mereka. Sino mengklaim total harta tersembunyi mereka mencapai 1 juta triliun dolar AS. Harta itu berasal dari harta karun kerajaan nusantara dan harta tersembunyi Presiden Sukarno.

4. Menggunakan Kode M1

Sekretaris MUI Kota Serang mengungkapkan, dari pengakuan Aisyah, rekening Kerajaan Ubur-ubur di luar negeri bernama Maryam dan di Indonesia menggunakan nama Muhammad. Kerajaan itu menggunakan kode rahasia M1.

Kode yang sama juga digunakan oleh Swissindo, namun tidak terkait dengan rekening mereka. Kode M1 berada di voucer yang diberikan Swissindo kepada pengikutnya untuk melunasi utang.

Produk UN Swissindo (Foto: Facebook UN Swissindo)
zoom-in-whitePerbesar
Produk UN Swissindo (Foto: Facebook UN Swissindo)