Memutus Rantai Hoax Vaksinasi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Vaksinesia. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Vaksinesia. Foto: kumparan

Beragam upaya telah dilakukan pemerintah untuk memberantas pandemi COVID-19 di Indonesia. Termasuk Menkominfo Johnny G Plate, yang hingga saat ini masih terus menangani hoaks terkait corona sejak pandemi di Tanah Air berlangsung.

Hoaks yang menyesatkan ditemui di beberapa jaringan media sosial, mulai dari Instagram, Twitter, Facebook, dan YouTube. Di awal pandemi, Kominfo bahkan sudah menemukan sekitar 1.209 hoaks yang beredar dan mengangkat sekitar 500-an isu terkait COVID-19. Isu hoaks paling banyak ditemukan di Facebook.

"Dapat kami sampaikan ada 554 isu hoaks, dan tersebar di 1.209 platform, Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube. Kami sudah memblokir 893 hoaks, terdiri dari 681 Facebook, 4 Instagram, 204 di Twitter, dan 4 di YouTube," kata Johny G Plate di BNPB saat itu.

Johny tak ragu menggunakan kewenangannya untuk menindak hoaks tersebut. Bahkan, ia kerap mengancam akan memblokir platform digital jika hoaks tak kunjung diblokir.

"Kami mengacu kepada UU ITE dan UU terkait lainya untuk mengingatkan semua yang menyelenggarakan kegiatan di ruang digital, khususnya platform digital, bahwa kami akan gunakan seluruh kewenangan yang dimiliki apabila hoaks dibiarkan di platform digital. Kami minta agar segera takedown dan blokir," tegas Johny.

Ilustrasi vaksinesia. Foto: kumparan

Oleh sebab itu, saat ini Kominfo turut berperan penting dalam mengantisipasi dan mengatasi hoaks yang beredar tentang vaksinasi corona. Jhony pun sudah menyatakan sikap perang melawan hoaks terkait vaksinasi tersebut. Sebab, informasi tak benar, apabila beredar bisa membuat keinginan masyarakat divaksin corona menurun.

Dari mulai hoaks soal vaksin bisa menyebabkan impoten pada pria hingga kandungan vaksin yang tidak aman dan bisa menyebabkan kematian.

Bahkan, ada hoaks yang menyebut vaksin bisa membuat DNA manusia berubah. Hal ini tentu menyebabkan ketakutan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Johnny menuturkan Kominfo punya tiga peran penting lainnya dalam mendukung kesuksesan peran program vaksinasi corona di Tanah Air. Yakni mendukung registrasi, integrasi data, dan keamanan data pribadi.

Menkominfo Johnny G Plate akan mengupas tuntas soal upaya pemerintah memutus rantai hoaks terkait vaksinasi. Persoalan ini teramat penting agar antusiasme masyarakat tidak merosot karena info yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Apa saja fakta kebenaran di balik hoaks vaksinasi corona yang selama ini beredar? Bagaimana cara memeranginya?

Nantikan jawabannya dalam launching Vaksinesia kumparan pada Minggu, 11 April 2021, pukul 13.00 WIB.

embed from external kumparan