Menag soal Sapi Presiden Pakai APBN: Kurban untuk Semua Orang
·waktu baca 2 menit

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menanggapi soal ramainya penggunaan APBN untuk sapi kurban Presiden Prabowo Subianto. Nasaruddin menegaskan bahwa kurban itu sejatinya untuk semua orang.
"Kurban itu bukan hanya untuk umat Islam ya, tapi untuk siapa pun yang kelaparan. Yang siapa pun membutuhkan, itu ada hadist nabi," kata Nasaruddin dalam sambutannya di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (28/6).
Nasaruddin pun menjelaskan salah satu hadist Nabi Muhammad SAW yang mencontohkan untuk tidak membiarkan orang kelaparan, sekalipun memiliki keyakinan yang berbeda.
"Ada seorang perempuan Yahudi kelaparan pada hari itu, kata Rasulullah, tidak boleh ada yang kelaparan. Apa pun agamanya, ambilah dari miliknya (dan) masjid untuk dibagikan kepada mereka," ucap dia.
Nasaruddin juga menegaskan pemberian daging ini dilakukan karena setiap masyarakat berhak untuk memakan daging. Dengan demikian, katanya, hal ini selaras seperti halnya konsep zakat fitrah dalam Idul Fitri.
"Kita tujuannya kurban itu sama dengan Idul Fitri, kata Rasulullah SAW, tidak boleh ada orang yang kelaparan, tidak makan, pada Hari Raya Id. Karena itu zakat fitrah itu bertujuan untuk semua harus kenyang pada Hari Raya Idul Fitri dengan cara mengkonsumsi karbo. Untuk Iduladha pasangannya adalah protein hewani,”tutur Nasaruddin.
“Diharapkan pada bulan kurban ini tidak ada orang yang tidak mengkonsumsi daging,” imbuhnya.
Sebelumnya, diketahui terdapat 1.098 ekor sapi kurban yang dibagikan Presiden Prabowo Subianto. Dengan rincian 598 sapi diserahkan ke daerah dan 500 sapi ke lembaga pendidikan hingga tokoh masyarakat.
Total dana yang dikeluarkan untuk hewan kurban ini mencapai Rp 100 miliar. Hal tersebut masuk dalam APBN melalui program Bantuan Kemasyarakatan Presiden atau Banpres yang sudah berlangsung sejak lama.
"Maksud dari sapi kurban dari Presiden adalah bantuan pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya agar warga yang membutuhkan dapat merayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban bersama," kata Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro dalam keterangannya, Rabu (27/5).
Apalagi, menurut Juri, daging sapi kurban itu juga akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
