Mencari Dalang Demo Ricuh di Jakarta dan Berbagai Daerah
·waktu baca 5 menit

Kericuhan akibat demo di Jakarta dan berbagai daerah disebut-sebut ada yang mendalangi.
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidatonya di Istana Negara, pada Minggu (31/8), menyinggung soal demo ricuh yang mengarah pada upaya makar dan terorisme.
"Namun kita tak dapat pungkiri sudah mulai kelihatan gejala adanya tindakan di luar hukum bahkan melawan hukum bahkan adanya mengarah terhadap makar dan terorisme," kata Prabowo di Istana Negara, Minggu (31/8).
Prabowo pun memerintahkan TNI-Polri untuk menindak tegas para pelaku yang melakukan penjarahan dan merusak fasilitas umum.
Polri Cari Dalang Demo Ricuh
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pihaknya akan menindak tegas para pelaku demo rusuh yang terjadi di Jakarta dan daerah lain sejak Kamis (28/8) hingga Minggu (31/8).
"Ya tentunya Polri akan bergerak sesuai dengan bukti-bukti di lapangan, kita akan menarik. Mulai dari fakta yang kita dapat, akan terus kita cari baik pelaku di lapangan, aktornya, siapa yang membiayai, semua akan kita cari," kata Sigit kepada wartawan di RS Polri Jakarta Timur, Senin (1/9).
Eks Kabareskrim ini menyebut, dirinya akan segera menindaklanjuti perintah Prabowo yang ingin massa rusuh diproses hukum.
Prabowo Sebut Sudah Ada Niat Bikin Rusuh
Presiden Prabowo Subianto menegaskan, kericuhan yang terjadi beberapa hari belakangan bukan untuk demo. Prabowo menilai, kericuhan ini sudah terencana dan sengaja hanya ini buat rusuh.
"Niatnya bukan menyampaikan pendapat, niatnya bikin rusuh, niatnya mengganggu kehidupan rakyat, niatnya menghancurkan upaya pembangunan nasional untuk menghilangkan kemiskinan," kata Prabowo usai menjenguk anggota Polri yang terluka saat amankan aksi, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (1/9).
Ini dapat dilihat dari massa yang datang. Prabowo mengungkap ada massa datang dengan peralatan lengkap untuk membakar. Ada pula gedung DPRD yang dibakar massa.
Prabowo menegaskan, pemerintah sudah bekerja keras menjalankan berbagai program untuk mensejahterakan rakyat. Tapi, ada saja pihak tidak senang dengan kondisi ini.
Prabowo menegaskan tidak akan mundur membela rakyat. Sebab, dia memegang mandat sebagai presiden yang dipilih rakyat.
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan, dirinya mendapat laporan ada truk yang mengirimkan petasan kepada pendemo.
"Di banyak tempat saya banyak laporan, datang truk di situ ada petasan berat besar dan ini banyak anggota kena petasan," kata Prabowo.
Prabowo bilang, banyak anggota Polri luka imbas kena petasan. Selain itu, fasilitas umum rusak.
"Ada yang terbakar lehernya, ada yang terbakar di paha, bayangkan kalau laki-laki terbakar alat vitalnya, ini menurut saya sudah merusuh, niatnya bakar, ditemukan truk isinya alat-alat untuk membakar," tutur Prabowo.
Prabowo memastikan dirinya akan menindak tegas massa demo rusuh. Termasuk mencari dalangnya.
Prabowo Siap Hadapi Mafia Sekuat Apa pun
Prabowo Subianto memastikan tidak akan ragu untuk membela rakyat. Prabowo mengatakan demonstrasi berujung ricuh dalam sepekan terakhir yang terjadi di Jakarta hingga berbagai daerah merupakan tindakan makar.
Prabowo mengatakan sudah ada indikasi-indikasi siapa yang bertanggung jawab atas demonstrasi itu. Dia juga menegaskan tidak ragu membela rakyat. Bahkan dia menyinggung soal mafia.
“Saya tidak ragu membela rakyat, saya akan hadapi mafia-mafia sekuat apa pun atas nama rakyat. Saya bertekad memberantas korupsi sekuat apa pun,” ujar Prabowo.
“Demi Allah saya tidak akan mundur setapak pun. Saya yakin rakyat bersama saya,” lanjut Prabowo.
Menteri Singgung Riza Chalid di Postingan Dukung Prabowo
Dalam postingan para menteri, mereka menyebut hanya Prabowo yang berani melawan mafia, namun malah banyak yang menyerang Prabowo.
Sejauh ini ada tiga menteri yang menyinggung Riza Chalid, mereka adalah Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Ketiganya menilai hanya Prabowo yang berani membongkar mafia-mafia, termasuk Riza Chalid. Dukungan para menteri itu diunggah di tengah-tengah banyak kerusuhan di Indonesia.
“Tidak pernah ada pendahulu berani melawan mafia migas. Tidak pernah ada pendahulu berani membongkar mafia Reza Chalid dan anak-anak dan kroni-kroninya," demikian salah satu poin dukungan yang ditulis oleh ketiga menteri tersebut, dikutip Senin (1/9).
“Kenapa di saat semua itu bapak buka dan mulai bersih-bersih, semakin bapak yang diserang?” tambah para menteri.
Tak cuma menteri, konten serupa juga diunggah Sespri Prabowo, Agung Surahman.
Sekjen PSI Sebut Ada yang Mau Adu Domba Prabowo-Jokowi, dan Gibran
Presiden Prabowo Subianto kembali memanggil seluruh ketua umum partai polisi ke Istana Negara, Jakarta, Senin (1/9). Kali ini, ketum parpol non-Parlemen juga hadir seperti PSI dan Partai Buruh.
Akan tetapi, Ketum PSI Kaesang Pangarep tidak hadir. Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengatakan, dirinya mewakili Kaesang yang berhalangan hadir karena sakit.
Menhut ini tidak merinci sakit yang diidap Kaesang. Namun, ia membawa membeberkan pesan dari Kaesang kepada publik. Menurutnya, ada sekelompok orang yang mau mengadu domba Prabowo dengan Jokowi dan Gibran.
"Mas Kaesang memberikan pesan kepada saya, tadi sudah ada rilis ya, tadi kan Mas Kaesang membuat rilis bahwa di tengah hiruk pikuk dan masalah yang kita hadapi ini ada medsos yang cukup dibanjiri oleh banyak pihak yang mencoba mengadu domba antara Pak Prabowo dengan Jokowi, termasuk Mas Gibran dan PSI," jelas Raja Juli.
Raja Juli enggan bicara banyak mengenai masalah ini. Akan tetapi, ia menyebut dirinya sudah mengklarifikasi langsung dengan tim dari Prabowo.
"Semalam kan saya kan dengan tim Pak Prabowo, kami berkomunikasi cukup intens ya untuk saling mengklarifikasikan tabayyun atas sebuah video yang isinya berbeda dengan narasinya. Isinya Pak Jokowi ketemu siapa, Mas Gibran ketemu siapa, tapi itu dianggap sebuah pertemuan untuk menggalang demo-demo yang terjadi pada hari ini," ucap Raja Juli.
"Jadi Mas Kaesang sudah sampaikan bahwa itu adalah hoaks," tutur dia.
