Mendagri Dorong Sumatera Jadi Kekuatan Ekonomi Baru Lewat Integrasi Antarwilayah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendagri Tito Karnavian dorong integrasi ekonomi antarwilayah untuk jadikan Sumatera sebagai kekuatan ekonomi baru dalam Rakor Gubernur se-Sumatera di Medan, Rabu (9/9/2026). Foto: Kemendagri RI
zoom-in-whitePerbesar
Mendagri Tito Karnavian dorong integrasi ekonomi antarwilayah untuk jadikan Sumatera sebagai kekuatan ekonomi baru dalam Rakor Gubernur se-Sumatera di Medan, Rabu (9/9/2026). Foto: Kemendagri RI

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong penguatan integrasi ekonomi antarwilayah di Sumatera untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera di JW Marriott Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).

Mendagri menilai Sumatera memiliki modal besar berupa sumber daya alam, sumber daya manusia, serta posisi strategis di jalur perdagangan internasional. Ia menyebutkan, Sumatera memiliki 63 juta penduduk atau 21,9 persen dari total populasi Indonesia dengan wilayah yang luas. Modal tersebut merupakan kunci penting bagi sebuah wilayah untuk dapat maju.

“Saya yakin keunggulan Sumatera itu sumber daya alamnya luar biasa baik di darat maupun yang laut, baik di permukaan maupun yang di bawah permukaan, makanya disebutkan pulau emas, pulau harapan," ujar Mendagri.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui pembangunan yang tidak lagi berjalan sektoral, melainkan mengintegrasikan produksi, pasar, infrastruktur, dan perdagangan antardaerah hingga lintas negara. “Yang saya tangkap adalah integrasi regional integrasi ekonomi pembangunan regional,” ujarnya.

Mendagri Tito Karnavian dorong integrasi ekonomi antarwilayah untuk jadikan Sumatera sebagai kekuatan ekonomi baru dalam Rakor Gubernur se-Sumatera di Medan, Rabu (9/9/2026). Foto: Kemendagri RI

Mendagri juga mendorong konektivitas lintas Sumatera agar tidak hanya mendukung mobilitas, tetapi juga menjadi penggerak pusat-pusat ekonomi baru. Selain itu, kerja sama antardaerah perlu dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan komoditas dan mengendalikan harga.

“Kalau itu bisa dikerjasamakan maka daerah-daerah yang inflasinya tinggi harganya tinggi karena suplainya kurang bisa disuplai dari daerah yang cukup suplainya. Dan hampir untuk semua hampir semua pangan di Sumatera ini, hampir semuanya ada,” katanya.

Kerja sama tersebut, lanjutnya, juga perlu diarahkan untuk menangkap peluang pasar negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. “Saya mengapresiasi betul dan mengharapkan kerja sama yang dilakukan antardaerah. Pemerintah pusat juga menyusun konsep untuk membangun region Sumatera ini salah satu kekuatan ekonomi,” tuturnya.

Mendagri Tito Karnavian dorong integrasi ekonomi antarwilayah untuk jadikan Sumatera sebagai kekuatan ekonomi baru dalam Rakor Gubernur se-Sumatera di Medan, Rabu (9/9/2026). Foto: Kemendagri RI

Mendagri menegaskan, penguatan ekonomi Sumatera akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan nasional. Karena itu, kerja sama antardaerah harus diwujudkan dalam program konkret yang mendorong investasi, perdagangan, dan kesejahteraan masyarakat. “Naiknya Sumatera akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara nasional, karena angka nasional itu agregat dari usaha pusat dan usaha di daerah,” pungkasnya.

Forum tersebut dihadiri oleh gubernur dan wakil gubernur se-Sumatera. Dalam kesempatan itu, Mendagri juga mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan oleh gubernur dan wakil gubernur yang hadir. Ia turut menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama dan berita acara pembentukan Forum Sumatera 10 (Sepuluh) oleh gubernur dan wakil gubernur.

Mendagri Tito Karnavian dorong integrasi ekonomi antarwilayah untuk jadikan Sumatera sebagai kekuatan ekonomi baru dalam Rakor Gubernur se-Sumatera di Medan, Rabu (9/9/2026). Foto: Kemendagri RI