Mendagri Harap Aparat Segera Tangani KKB Pelaku Penembakan 3 ASN Jayawijaya

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap aparat penegak hukum dapat menangani pelaku penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Kasus tersebut saat ini masih dalam penanganan aparat keamanan.
“Iya. Ini sedang ditangani oleh aparat keamanan ya,” kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9).
Tito berharap aparat dapat segera menangani kelompok yang melakukan kekerasan tersebut.
“Kita harapkan aparat keamanan bisa menangani masyarakat atau kelompok-kelompok yang melakukan kekerasan itu. Saya kira itu,” ujarnya.
Sebelumnya, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil mengidentifikasi 2 orang yang menjadi pelaku dalam kasus penembakan 3 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Dua orang tersebut berinisial PN dan KT yang terlihat dalam cuplikan video call yang beredar di media sosial.
Kepolisian juga memastikan bahwa PN dan KT masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang telah diidentifikasi kepolisian. Informasi tersebut didapatkan setelah menyandingkan cuplikan video yang beredar dengan data dan ciri-ciri yang telah dimiliki.
“Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki, serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, dalam keterangan yang diterima Sabtu (12/9).
Yusuf juga membeberkan kronologi mengenai kejadian penembakan tersebut. Diketahui ketiga korban hendak memberikan bantuan berupa ternak anak babi, melakukan pengecekan Lahan Cetak Sawah, serta memberikan penyuluhan terkait dengan peternakan.
Namun, dalam perjalanan kembali menuju Kabupaten Wamena, kendaraan yang mereka tumpangi diduga diadang oleh kelompok bersenjata dan diperintahkan untuk berhenti.
Ketiga korban diminta untuk turun dari kendaraan dan digiring menuju belakang kendaraan. Tidak lama, terdengar 3 kali letusan senjata api. Setelah melakukan penembakan tersebut, para pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian.
