Mendikdasmen Bagi 24 Ribu Buku di Stasiun-Terminal: Biar Anak Tak Gadget Terus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Stan 'Mudik Asyik Baca Buku' 2026 dari Kemendikdasmen yang berada di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Senin (16/3). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Stan 'Mudik Asyik Baca Buku' 2026 dari Kemendikdasmen yang berada di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Senin (16/3). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan stan buku anak dalam program “Mudik Asyik Baca Buku” di sejumlah titik arus mudik Lebaran.

Stan buku tersebut tersebar di sembilan lokasi transportasi publik, salah satunya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, dan berlangsung selama dua hari pada 16–17 Maret 2026.

"Waktu pelaksanaan selama dua hari, tanggal 16 hingga tanggal 17 Maret pukul 9.00 hingga pukul 15.00. Lokasi di 9 titik, yaitu Pasar Senen, Gambir, Terminal Kalideres, Kampung Rambutan, Pulo Gebang, Pakupatan Serang, Bandara Halim Perdanakusuma, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Pelabuhan Merak," ucap Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, Senin (16/3), di Stasiun Pasar Senen.

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti saat meresmikan stan 'Mudik Asyik Baca Buku' 2026 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Senin (16/3). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan, pemerintah membagikan 24.000 buku secara gratis dalam program tersebut. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 20.000 buku.

"Tahun ini kita membagi 24.000 buku secara gratis, lebih banyak dari tahun lalu yang 20.000 buku. Sebagian besarnya berisi buku anak-anak yang memang kami rancang sebagai bagian dari usaha untuk menumbuhkan minat dan budaya baca di kalangan anak-anak," tutur Mu'ti.

Menurut Mu'ti, anak-anak menjadi sasaran utama program ini agar mereka lebih akrab dengan buku dibandingkan gawai.

"Ini juga sejalan dengan upaya kami untuk bagaimana anak-anak kita ini lebih banyak pegang buku daripada pegang gawai. Karena sekarang ada kecenderungan anak-anak kita ini justru lebih familiar dengan gawai daripada dengan buku," kata Mu'ti.

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti saat meresmikan stan 'Mudik Asyik Baca Buku' 2026 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Senin (16/3). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Program Mudik Asyik Baca Buku telah digelar sejak 2024 dan diharapkan dapat semakin menarik minat baca anak-anak. Ke depan, pemerintah juga berencana meningkatkan desain buku agar lebih menarik.

"Kami juga berusaha untuk nanti ke depan, cetakan bukunya lebih handy, lebih handy lebih mudah dibawa, dan juga tentu saja lebih colorful. Bukan sekadar warnanya, tetapi lebih colorful dari sisi isinya," ujar Mu'ti.

Dalam peresmian program tersebut di Stasiun Pasar Senen, Abdul Mu'ti juga membagikan buku secara langsung kepada anak-anak yang berada di lokasi.