Mendikdasmen Jenguk-Santuni Siswa SMK 1 Cileungsi Korban Atap Ambruk
·waktu baca 2 menit

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjenguk dan menyantuni siswa yang menjadi korban ambruknya atap kelas SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor di Rumah Sakit Thamrin, Kamis (11/9).
Salah satu siswa yang ditemui Mu’ti, menceritakan kondisinya usai kejadian.
“Kena baja ringan sama dadanya sesak. Kepalanya memar tapi sudah mendingan,” ujar siswa tersebut.
Mu’ti menyampaikan semangat dan perhatian kepada korban dan orang tua.
“Yang sabar ya, tetap semangat. Jangan lupa berdoa ya biar diberikan kesehatan. Ya, ini ada sedikit bantuan dari kementerian untuk kemudian membantu, mudah-mudahan diterima. Yang sabar ya bu ya,” kata Mu’ti kepada orang tua siswa tersebut.
Mu’ti kemudian menuju ruang rawat lainnya dan juga menanyakan kondisi masing-masing siswa. Ia memberikan pesan kepada Cahya, siswa kelas 10 dan Nayla, siswa kelas 12.
“Mudah-mudahan cepat sembuh ya Cahya dan Nayla ya. Jangan lupa doa biar diberi kesembuhan,” tutur Mu’ti.
Sementara Nisa, siswa kelas 11 yang mengalami luka dan dijahit empat jahitan, diberi semangat oleh Mu’ti.
“Oh iya tapi nggak apa-apa kan? Tetap semangat ya,” ujar Mu’ti.
Sebelum ke rumah sakit, Mu’ti sempat menyinggung soal proses revitalisasi yang dilakukan. Perbaikan ditargetkan rampung sebelum 15 Desember.
“Itu nanti Ibu (Kepala Sekolah SMKN 1 Cileungsi Meisye Yeti) yang mengerjakan. Kan nanti swakelola. Jadi masing-masing sekolah batas akhirnya sebelum 15 Desember, karena itu pakai anggaran tahun ini. Karena anggaran tahun ini jadi harus selesai pada tahun ini,” ujarnya.
Saat ditanya apakah Kementerian akan melakukan pengecekan atau investigasi sekolah lain terkait keselamatan fasilitas, Mu’ti menekankan pentingnya peran sekolah.
“Sebenarnya kan kalau sekolah itu kan memang seharusnya melakukan pengecekan dan pelaporan kondisi fisiknya memang secara rutin berkala. Bahkan kalau akreditasi itu termasuk poin pertanyaan dalam akreditasi,” jelas Mu’ti.
“Masuk pertanyaan dalam akreditasi itu, apakah sekolah melakukan perawatan secara berkala dan juga upaya-upaya untuk menciptakan sekolah yang aman dan nyaman. Tapi kan yang seperti ini di atas kan Ibu Kepala Sekolah kan tidak tahu, tidak ahlinya,” tambah dia.
Atap ruangan kelas di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, tiba-tiba ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, pada Rabu (10/9) pukul 10.00 WIB.
Peristiwa itu mengakibatkan 31 korban luka-luka. Sebanyak 21 orang dirawat di Rumah Sakit Thamrin dan 5 orang di Rumah Sakit Merry telah selesai penanganan dan diperbolehkan pulang.
Saat ini, 5 orang lainnya masih menerima perawatan di Rumah Sakit Thamrin. Penyebab ambruknya atap juga belum diketahui dan masih diinvestigasi.
