Mendikdasmen Siap Bangun Satu TK Satu Desa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti saat memberikan sambutan dan paparan di agenda Konsolidasi Nasional 2026 di Kantor PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Senin (9/2/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti saat memberikan sambutan dan paparan di agenda Konsolidasi Nasional 2026 di Kantor PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Senin (9/2/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti tengah menjalankan visi wajib belajar 13 tahun. Salah satu langkah yang dilakukan ke depan, yakni membangun satu TK satu desa.

"Khusus untuk penguatan Wajib Belajar 13 Tahun, kami secara bertahap akan berusaha membangun minimal satu TK untuk satu desa," tutur Mu'ti saat memberikan sambutan di acara Konsolidasi Nasional Kemendikdasmen 2026 pada Senin (9/2).

"Dan dalam rangka memperkuat itu, mulai tahun 2026 akan disalurkan bantuan PIP (Program Indonesia Pintar) untuk murid TK sebanyak 450.000 per tahun dengan sasaran 888.000 murid TK di seluruh Indonesia," tambahnya.

Kata Mu'ti, presiden mengarahkan bahwa TK harus ditambahkan sebanyak 60.000 sekolah.

Selain itu, ada sejumlah program lain yang juga tak kalah prioritas, terlebih sejumlah wilayah di Indonesia baru saja diterjang bencana.

"Tapi prioritasnya untuk 2026 adalah, pertama, sekolah yang di daerah bencana. Ini prioritas untuk revitalisasi. Yang kedua, sekolah yang rusak berat dan rusak sedang. Nah, yang rusak ringan ya nanti agak belakangan lah, bisa rusak ringan pakai dari dana BOS ya," jelas dia.

"Kemudian yang berikutnya adalah untuk pendidikan daerah-daerah 3T. Kemudian untuk pendidikan anak usia dini, TK. Selain TK juga nanti kita dorong pembelajaran yang berbasis masyarakat. Ini yang coba kita lakukan di tahun 2026," ungkap Mu'ti.

Belajar Bahasa Inggris Sejak 3 SD

Sejumlah murid PAUD dan TK menarikan tarian asal Sulawesi secara massal di GOR Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (17/9/2025). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Mu'ti juga tengah menyusun pola peningkatan kualitas guru terutama dalam bidang Bahasa Inggris. Ini dilakukan agar program pembelajaran Bahasa Inggris sejak 3 SD bisa berjalan dengan baik.

"Selain pembelajaran mendalam, juga kami lakukan pelatihan untuk guru Bahasa Inggris. Karena pada tahun 2026, Bahasa Inggris akan mulai diajarkan mulai jenjang SD kelas 3. Sehingga dengan itu maka akan ada pelatihan untuk guru-guru Bahasa Inggris," ucap Mu'ti.

Pelatihan terhadap para guru, menurut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani akan dimulai pada semester pembelajaran saat ini.

"Pelatihannya mulai semester ini, terus semester depan, semester 1 tahun 2027/2028. Kita ada 130.000 guru satuan pendidikan yang belum berlatar belakang Bahasa Inggris, itu dihubungi peningkatan kompetensi agar dapat mengajar Bahasa Inggris. Jadi dimulai semester ini," ucap Nunuk.

Sementara itu, pengajaran bahasa Inggris kepada kelas 3 SD akan dimulai setelah pelatihan usai. Tepatnya pertengahan tahun 2027.

"Kalau dimulainya (pembelajaran) pertengahan tahun 2027, itu semester tahun ajaran baru," ujar Nunuk.