Menelusuri Jejak Pegawai Konter yang Pakai Data 26 Pelamar Kerja untuk Pinjol
·waktu baca 2 menit

Polisi masih menyelidiki kasus penipuan yang dilakukan oleh seorang karyawan toko ponsel berinisial R (perempuan, usia 30-an tahun), di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur.
Dia dilaporkan ke Polres Jakarta Timur karena melakukan penipuan dengan modus menggunakan data diri pelamar kerja untuk pinjol. Sebanyak 26 korban mengalami kerugian hingga Rp 1,1 miliar.
kumparan mendatangi toko ponsel tempat R bekerja, Selasa (9/7). Toko tersebut masih terlihat beroperasi seperti biasa.
Sejumlah ponsel berbagai merek tertata rapi di etalase toko. Selain itu, terlihat ada 6 penjaga toko yang melayani pelanggan. Namun, R tak terlihat di sana.
Menurut penuturan salah seorang pegawai yang enggan disebutkan identitasnya, R menghilang sejak kasus yang melibatkan dirinya ramai.
“Ya, sejak ramai aja (menghilang). Mungkin sudah banyak yang mendatangi dia ke rumah, sudah ada yang ke rumahnya,” katanya.
Tak terlihatnya R di lokasi bukan tanpa alasan. Pegawai toko di lokasi menyebut R sudah dipecat dari pekerjaannya. Dia juga mengatakan R sulit ditemui.
“Kalau dipecat, sih, dia udah dipecat, semenjak itu sudah dipecat. Walau dicari ke rumahnya udah enggak ada orangnya,” ucapnya.
R sendiri sudah 2-3 tahun bekerja di konter tersebut.
Saat melakukan penipuan, R mengaku sebagai penyalur tenaga kerja di konter HP tempatnya bekerja di PGC. Dengan modus itu, dia mengumpulkan data pribadi para korban seperti KTP dan foto diri. Padahal, konter tersebut tidak sedang mencari karyawan.
R juga meminjam ponsel pelamar yang menemuinya lalu diam-diam menginstalkan aplikasi pinjol.
Data tersebut kemudian diduga ia pakai untuk pinjol. Jumlah kerugian totalnya mencapai Rp 1,1 miliar dengan jumlah korban sebanyak 26 orang.
Berdasarkan keterangan 6 orang saksi yang telah diperiksa, R diketahui beraksi seorang diri. Sejauh ini jumlah korban adalah 26 orang.
