Menembus Rimba Gunung Leuser: 4,5 Jam Perjalanan Menuju Ladang Ganja Raksasa

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana salah satu sungai yang dapat disusuri untuk sampai ke ladang ganja di Gayo Lues. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana salah satu sungai yang dapat disusuri untuk sampai ke ladang ganja di Gayo Lues. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Terik siang menembus sela-sela pepohonan ketika langkah kaki menapaki jalur terjal di kaki Gunung Leuser, Aceh. Di balik rimbunnya hutan, ditemukan ladang ganja seluas 51,75 hektare di tiga kecamatan Kabupaten Gayo Lues.

Ladang itu terbagi dalam 26 titik, salah satunya berada di Kecamatan Pining. kumparan mendatangi lokasi ladang ganja di kaki Gunung Leuser itu, Selasa (18/11).

Perjalanan menuju lokasi dimulai dari Polsek Pining, sekitar pukul 12.00 WIB menggunakan mobil 4WD milik polisi. Namun, mobil tak bisa melaju jauh ke pedalaman kaki gunung. Setelahnya, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki.

Menuju ke lokasi, ada jembatan kayu gantung yang harus diseberangi. Jembatan ini hanya bisa dilalui dengan jalan kaki, atau kendaraan motor saja.

Siang itu tanah kaki Gunung Leuser sedikit becek karena hujan yang mengguyur sejak Senin (17/11) malam. Jalan setapak yang becek menemani perjalanan hampir sekitar satu jam hingga bertemu tepi sungai. Dari sini, perjalanan sebenarnya dimulai.

Suasana salah satu sungai yang dapat disusuri untuk sampai ke ladang ganja di Gayo Lues. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Sungai selebar sekitar lima meter itu kumparan seberangi. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menanjak dengan medan tanah yang becek. Di beberapa lokasi, tanah seperti berlumpur.

Hujan yang turun siang itu membuat langkah pendakian makin berat. Di tambah lagi beberapa titik medannya berupa tebing yang rawan longsor.

Perjalanan terus berlanjut menyeberangi beberapa sungai yang sumber aliran airnya sama dengan sungai pertama. Bahkan pada satu titik, kumparan harus menyusuri aliran sungai dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter dengan arus yang cukup deras.

Setelah itu kumparan harus mendaki lagi tebing yang terjal. Vegetasi di lokasi itu lebih rapat dari trek yang sebelumnya. Dari titik tersebut waktu tempuhnya masih sekitar 2 jam dengan medan mendaki.

Suasana pemusnahan salah satu ladang ganja dari 26 titik ladang ganja di Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Selasa (18/11/2025). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Setelah menempuh perjalanan sekitar 4,5 jam, barulah ladang ganja seluas sekitar dua hektare itu terlihat.

Ganja yang tumbuh di ladang itu sudah berukuran besar. Lebih dari satu meter. Bahkan ditemukan ada yang sudah kering dan siap untuk dijual.

Di lokasi kebun itu juga terdapat pondokan yang diduga digunakan pemilik ladang ganja untuk memantau.

Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan keberadaan puluhan titik ladang ganja di wilayah Gayo Lues terungkap dari penangkapan tersangka narkoba di Deli Serdang. Ada dua tersangka yang ditangkap yakni Suryansyah (35) dan Hardiansyah (38).

"Awalnya kita lakukan penangkapan terhadap dua tersangka di daerah Deli Serdang kita temukan barang bukti ganja siap edar untuk Sumut sejumlah 47 Kg. Selanjutnya kita kembangkan ke atas kita temukan 26 titik, kita hitung luas totalnya adalah 51,75 hektare," kata Eko, Rabu (19/11).

video from internal kumparan

Puluhan hektare ladang ganja itu dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan bensin. Batang ganja yang sudah setinggi 1,5 meter itu lebih dulu dicabut, kemudian dikumpulkan di satu titik dan dibakar. Pondokan yang berada di sana juga ikut dibakar.

"Selanjutnya akan berproses dilakukan pemusnahan bersama rekan-rekan dari TNI, Bea Cukai, BNNK, forkopimda dari Gayo Lues dan mitra kerja lain," ujar Eko.

video from internal kumparan