Menengok Elektabilitas PPP di Tengah Pemberhentian Suharso Monoarfa

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa memberikan sambutan pada acara silaturahmi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Plataran Senayan, Jakarta, Sabtu (4/6/2022). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa memberikan sambutan pada acara silaturahmi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Plataran Senayan, Jakarta, Sabtu (4/6/2022). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

PPP tengah ditempa masalah internal setelah Suharso Monoarfa mendapat kecaman terkait pernyataannya soal amplop kiai. Imbas dari itu, PPP resmi memberhentikan Suharso sebagai ketua umum dalam Mukernas yang digelar pada Minggu (4/9).

Pergantian ketua umum di tengah persiapan Pemilu 2024 dikhawatirkan akan mengganggu elektabilitas PPP. Sebab, partai berlambang Ka'bah ini termasuk dalam 'zona degradasi' di survei.

UU Pemilu mensyaratkan parpol harus lolos parliamentary threshold (PT) 4 persen untuk bisa masuk ke parlemen. Di banyak survei, elektabilitas PPP di bawah 4.

Mukernas PPP di Ballroom Swiss-Belinn, Serang, Banten, Minggu (4/9/2022)-Senin (5/9/2022), menentukan Muhammad Mardiono sebagai Plt Ketum PPP, pengganti Suharso Monoarfa. Foto: Dok. Istimewa

Berikut beberapa survei elektabilitas yang telah kumparan rangkum:

Survei Poltracking

Dalam survei yang dilakukan Poltracking pada periode 1-7 Agustus, elektabilitas PPP berada di posisi ke-9 dengan 3,1%. Di atas PPP ada NasDem dengan 6,7%, PKS 5,2%, dan PAN 4,1%.

Sementara, PDIP masih mendominasi elektabilitas dengan 20,4%. Di bawahnya ada Gerindra dengan 10,5% dan Golkar 9,5%.

kumparan post embed

Survei SMRC

Dalam survei yang digelar pada 5-13 Agustus, PPP berada di posisi ke-9 dengan perolehan 2,7%. Di bawah PPP ada PAN dengan 1,9%, sementara di atasnya ada Demokrat dengan 6,6%, PKS 4,1%, NasDem 3,5%, dan Perindo 3%.

PDIP masih mendominasi elektabilitas partai di survei SMRC yang berada di posisi puncak dengan 24,8%, diikuti Gerindra dengan 11%, PKB 9,5%, dan Golkar 9,1%.

Survei LSI

Dalam rilis survei bertajuk 'Kondisi Ekonomi dan Peta Politik Menjelang 2024', elektabilitas PPP berada di posisi aman, ke-7 dengan 4,2%. Di atas PPP ada PKB dengan 6,6% dan PKS 6%, dan di bawah PPP ada NasDem dengan 4,4%.

Lagi-lagi PDIP berada di posisi puncak dengan 26,6%. Disusul Golkar dengan 11,7%, Gerindra 9,9%, dan Demokrat 8,7%.

Survei Akar Rumput Strategis Consulting (ARSC)

Dalam rilis survei bertajuk 'Titik Tengah Demokrasi Indonesia Menuju Pemilu 2024' pada 20 Juli, elektabilitas parpol masih didominasi PDIP, Golkar, dan Gerindra. PDIP unggul dengan 14,9%, disusul Golkar 10% dan Gerindra 8,8%.

Sementara PPP berada di posisi ke-11 dengan 0,7%. Artinya, PPP tidak mencapai ketentuan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) 2,5%.

Bagaimana nasib PPP di Pemilu 2024? Tunggu saja.