Mengenal Bakteri E. coli, Biang Kerok Muntaber Massal di Serpong Lagoon

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Escherichia coli atau E. Coli. Foto: Arif biswas/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Escherichia coli atau E. Coli. Foto: Arif biswas/Shutterstock

Sebanyak 146 anak dan orang dewasa di Perumahan Serpong Lagoon, Tangerang Selatan, dilaporkan mengalami diare dan muntaber hingga Selasa (13/10). Warga menduga kasus tersebut berkaitan dengan kualitas air yang disalurkan ke rumah-rumah mereka.

Hasil pemeriksaan Puskesmas terhadap sampel air dari salah satu rumah menunjukkan adanya kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli) sebesar 5-7 CFU. Padahal, menurut dokumen tersebut, kandungan yang dipersyaratkan adalah nol.

Lantas, apa itu bakteri E. coli dan dampaknya bagi kesehatan?

E. coli adalah bakteri yang umumnya ditemukan di usus bagian bawah organisme berdarah hangat. Menurut World Health Organization (WHO), ada E. coli yang tak berbahaya dan sebaliknya. Salah satu E. coli patogen adalah Shiga Toxin-Producing Escherichia coli (STEC).

Bakteri E. coli yang tak berbahaya umumnya hidup pula di usus manusia. E. coli di usus atau E. coli komensal berfungsi untuk membantu proses pencernaan makanan. E coli komensal membantu memecah sisa makanan, mencegah bakteri jahat, membantu produksi vitamin K2 dan B kompleks, hingga meningkatkan kekebalan tubuh.

Bagaimana Penularan E. coli?

Ilustrasi daging. Foto: ANTARA/Agung Rajasa

Sementara E. coli patogen dapat masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi, seperti produk daging mentah atau setengah matang, susu yang tak dipateurisasi, hingga sayuran.

Tak hanya itu, E. coli juga dapat ditemukan di sumber air seperti kolam hingga sungai dan juga kontaminasi feses. E. coli juga bisa ditularkan ketika seseorang terkontaminasi dengan tinja penderita diare.

Bakteri dalam tinja orang terkena diare dapat menular dari satu orang ke orang lain jika kebersihan atau kebiasaan mencuci tangan buruk.

Penyakit yang Disebabkan E. coli

Ilustrasi buang air besar. Foto: Me dia/Shutterstock

Infeksi E. coli dapat menyebabkan diare berdarah parah dan kram perut. Dapat pula menyebabkan diare tanpa darah atau tanpa gejala sama sekali.

Pada anak-anak di bawah usia 5 tahun dan lansia, infeksi E. coli dapat menyebabkan komplikasi yang disebut sindrom uremik hemolitik, di mana sel darah merah hancur dan ginjal gagal berfungsi.

Pencegahan dan Pengobatan Infeksi E. coli

Infeksi E. coli dapat dicegah mulai dari diri sendiri, yakni dengan menjaga kebersihan. Selain itu, penting pula untuk memastikan makanan matang sempurna serta menyimpan makanan pada suhu yang aman.

Memeriksa sumber air juga penting. Pastikan air yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga berasal dari aman dan tak ada kontak dengan sumber infeksi seperti peternakan, tempat penyembelihan hewan, hingga septic tank.

Ilustrasi memasak daging menggunakan microwave. Foto: Shutterstock

Jika terlanjur terkena infeksi E. coli, penderita umumnya dapat pulih tanpa pengobatan intensif selama 5 sampai 10 hari. Penderita disarankan meminum obat diare dan banyak air selama masa pemulihan.

Sementara pada gejala yang lebih kronis memerlukan perawatan intensif di fasilitas kesehatan. Sebagian memerlukan Transfusi darah dan dialisis ginjal. Angka kematian imbas sindrom uremik hemolitik mencapai 3 sampai 5 persen.