Selamat Ulang Tahun, Ibu Soed

Seorang wanita bersanggul dan berkacamata terlihat sedang bernyanyi di Google Doodle hari ini, Minggu (26/3). Siapa dia?
Saridjah Niung Bintang Soedibio atau yang lebih dikenal Ibu Soed, dilahirkan tepat 109 tahun lalu pada 26 Maret 1908. Sepanjang hidupnya, Ibu Soed telah menciptakan lebih dari 400 lagu di tiga zaman berbeda--Belanda, Jepang dan Indonesia.
Ratusan lagu itu, tentunya tak akan lupa tergerus zaman. Kemahirannya menciptakan lagu ia sumbangkan di dunia anak-anak. Sebut saja Pelangi, Becak, dan Hujan, adalah tiga dari sederet lagu yang selalu mewarnai masa kecil setiap generasi.
Kecintaannya terhadap seni musik diwariskan dari ayah angkatnya, Prof. Dr. Mr. J. F. Kramer, seorang pensiunan Kejaksaan Tinggi Jakarta. Kepiawaian Ibu Soed di seni suara dan bermain biola terus ia geluti di sekolah guru Hoogere Kweek School (HKS), lalu ia tuangkan ilmunya untuk mengajar di Hollandsch-Inlandsche School (HIS).

Mengutip buku 100 Great Women-Suara Perempuan yang Menginspirasi Dunia, di masa pramerdeka, nama Ibu Soed telah dikenal seantero Indonesia. Pada 1927, suaranya mulai disiarkan di Radio Nederlandsch Indische Radio Omroep Masstchapyj (NIROM), radio swasta di Jakarta.
Satu hal yang menyentuh hati, saat Ibu Soed menumbuhkan jiwa nasionalisme orang tua kami. Di detik-detik nenek buyut kami berjuang mati-matian memperebutkan kemerdekaan, di situlah ia menghibur orang tua kami--yang masih kanak-kanak saat itu-- dengan beragam lagu karangannya.
Bernada ceria dengan lirik sederhana, Ibu Soed tumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme. Ia suguhkan ratusan lagu asli berbahasa Indonesia. Ibu Soed mengajak pemuda-pemudi berimajinasi lewat lagu dan liriknya hingga Indonesia mencapai masa merdeka.
Lagu-lagu patriotik ia ciptakan, tiga diantaranya; Berkibarlah Benderaku, Indonesia Tumpah Darahku dan Tanah Airku. Berkibarlah Benderaku, diciptakannya setelah melihat kegigihan Jusuf Ronodipuro, pimpinan kantor Radio Republik Indonesia (RRI), yang menolak menurunkan Bendera Merah Putih oleh pasukan Belanda.
Di usia tuanya, Ibu Soed kerap menciptakan beberapa lagu dan juga fokus membatik. Suami dari Raden Bintang Soedibjo itu juga mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia karena telah menciptakan Batik Terang Bulan, batik khas Indonesia. Pada 1993, Ibu Soed tutup usia ke-85 tahun.
Pun telah pergi, jasa Ibu Soed tetap tersimpan dalam imaji. Selamat ulang tahun, Ibu Soed!
