Mengintip Wajah Baru JPO di Jakarta yang Lebih Modern

Pemandangan berbeda terlihat di beberapa jalur pedestrian di kawasan ramai kota Jakarta. Tak ada lagi trotoar yang identik dengan tampilan kumuh, sempit, dan rawan tindak kriminal.
Gantinya, jalur pejalan kaki hingga jembatan penyeberangan yang berada di beberapa titik pusat keramaian ibu kota disulap menjadi lebih cantik dan artistik. Bahkan kerap disesaki pejalan kaki untuk sekadar berswafoto.
Di jembatan penyeberangan Gelora Bung Karno, misalnya. Kini terlihat lebih cantik karena adanya lampu yang bisa berganti warna sewaktu-waktu. Pengamanannya pun diperketat, sehingga lebih nyaman dilewati.
Sejak 2017, Pemprov DKI Jakarta memang tengah gencar merevitalisasi beberapa trotoar dan jembatan penyeberangan yang ada di kawasan administrasi Jakarta. Bahkan, di tahun 2020, Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran optimal mencapai Rp 1,1 Triliun untuk revitalisasi 47 km trotoar.
Pembangunan jalur pedestrian ini tidak terbatas pada revitalisasi trotoar semata, tapi juga upaya menghadirkan interaksi ruang ketiga setelah rumah dan tempat belajar atau kerja. Jadi warga bisa lebih leluasa melewati trotoar maupun jembatan penyeberangan.
Menurut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, revitalisasi pun harus menjadikan pejalan kaki sebagai tujuan utama. Dengan begitu, keamanan dan kenyamanan penyeberang pun bisa lebih diutamakan.
“Setelah pejalan kaki, kendaraan bebas emisi (sepeda dan kendaraan listrik), diikuti kendaraan umum serta kendaraan pribadi,” ujar Anies.
Hal ini direalisasikan di tiga JPO (jembatan penyeberangan orang) di kawasan Jakarta Pusat, yaitu JPO Bundaran Senayan, JPO Polda Metro Jaya, dan JPO Gelora Bung Karno yang mengalami revitalisasi sejak November 2018.
Saat malam menjelang, jembatan penyeberangan akan memancarkan lampu warna-warni yang berpadu apik dengan gedung-gedung di sekitarnya. Wajah baru JPO ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk mempermudah pejalan kaki. Mulai dari tangga yang dibuat ramp (bidang miring), adanya lift, serta CCTV.
Tak hanya itu, beberapa personel Satpol PP siap siaga berjaga di area JPO. Sehingga pejalan kaki lebih leluasa dan aman saat menyeberang, bahkan bagi lansia, ibu hamil, dan difabel sekalipun.
“Berjalan kaki tidak boleh hanya sebatas perjalanan berjalan kaki, harus jadi pengalaman. Karena itu rancangan yang dibuat termasuk trotoar dan JPO harus memberikan pengalaman yang baru,” ungkap Anies.
Program revitalisasi jembatan penyeberangan tak hanya mempermudah akses pejalan kaki. Dengan wajah baru JPO Jakarta yang sarat fasilitas, Pemprov DKI Jakarta berharap warga Jakarta dapat lebih membudayakan kembali aktivitas berjalan kaki dan menggunakan transportasi publik. Sehingga, kualitas udara Jakarta pun bisa kembali bersih untuk generasi mendatang.
