Bom bunuh diri, Polrestabes Medan

Menguak Jaringan Teroris Bomber Polrestabes Medan

19 November 2019 5:37 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Polisi mensterilkan Jalan Tambak Lingkungan 20 Kelurahan Canang Kering, Kecamatan Medan Belawan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Polisi mensterilkan Jalan Tambak Lingkungan 20 Kelurahan Canang Kering, Kecamatan Medan Belawan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan
ADVERTISEMENT
Densus 88 menguak jaringan bomber Polrestabes Medan, Rabbial Muslim Nasution. Aksi bom bunuh diri tersebut terjadi pada Rabu (13/11).
ADVERTISEMENT
Tak sampai sepekan sejak bom bunuh diri terjadi, Densus 88 menangkap amir (pimpinan) Jamaah Ansharut Daulah (JAD) JAD Medan berinisial Y alias Yanto.
Polisi menyebut Yanto yang memerintahkan Rabbial untuk beraksi. Beberapa kali pertemuan JAD Medan dilakukan di kediamannya di Belawan.
Identitas pelaku peledakan bom bunuh diri di Medan. Foto: Dok. Istimewa
“Dia leader. Membaiat secara bersama kelompok tersebut kepada pimpinan ISIS, dan memimpin latihan di Gunung Sibayak,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/11)
Dedi mengatakan, Yanto ditangkap di loket bus di Jalan Sisingamaraja, Medan. Dalam penangkapan tersebut, Yanto tidak melawan.
Polisi pun menetapkan Yanto sebagai tersangka. Yanto tak sendiri, ia menjadi tersangka bersama 26 orang lain yang telah diamankan. Seluruhnya merupakan anggota JAD Medan. Hal itu dikonfirmasi Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto.
Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11 Foto: AFP/ATAR
Dari 26 tersangka itu, kata Agus, sebanyak 3 orang tewas. Ketiga orang itu ialah Rabbial, serta dua orang yang membantu merakit bom. Dua orang yang membantu merakit bom itu tewas setelah melawan saat hendak ditangkap.
ADVERTISEMENT
"Kita sampaikan ada 23 tersangka, di mana tiga meninggal, kemudian 20 diamankan. Lima (ditahan) di Mako Brimob, 15 orang (ditahan) di Mapolda Sumut," ujar Agus Andrianto.
"Hari ini, ada tiga jaringan yang berhasil kita tangkap berinisial C, bendahara dari kelompok ini, kemudian B dan HI adalah dua orang yang berjanji bertemu dengan tiga pelaku yang kemarin sempat melakukan perlawanan. Totalnya ada 26 tersangka," lanjut Agus.
Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11). Foto: ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Meski demikian, dari 26 tersangka itu, tak seluruhnya ditangkap Densus 88. Ada 4 orang yang menyerahkan diri ke polisi. 4 anggota JAD Medan yang menyerahkan diri yakni:
W (menyerahkan diri ke Polsek Hamparan Perak)
DS (menyerahkan diri ke Mapolres Hamparan Perak).
IF (menyerahkan diri ke Mapolres Hamparan Perak).
ADVERTISEMENT
DS (menyerahkan diri ke Mapolrestabes Medan).
Petugas membuat garis polisi di sekitar jenasah pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Foto: Twitter @zevanya
Dari puluhan tersangka itu, polisi mendapatkan informasi bahwa jaringan bomber Polrestabes Medan kerap berlatih semi militer di Gunung Sibayak, Sumatera Utara.
“Latihan di Sibayak, kemudian diajak dan dimotivasi RMN (Bomber) melawan anggota Polisi di jalan Belawan,” ujar Dedi.
Setiap anggota JAD tersebut, kata Dedi, telah berbaiat ke pimpinan baru ISIS. Mereka kerap berkumpul di salah satu rumah di Belawan. Dedi menuturkan, latihan yang diikuti 23 anggota JAD Medan dinamakan idad.
Para anggota JAD akan diajari berperang, merakit bom, hingga merencanakan penyerangan terhadap polisi.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten