Menguak Peristiwa Terkaparnya Seorang Wanita di Lapangan Sempur Bogor
·waktu baca 6 menit

Seorang wanita berinisial S (46), warga Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, ditemukan tidak sadarkan diri di Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (11/6) malam.
Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo mengatakan korban ditemukan tepatnya di area Taman Kaulinan, Kompleks Lapangan Sempur, sekitar pukul 20.00 WIB oleh petugas park ranger setempat.
“Korban ditemukan dalam kondisi pingsan oleh petugas park ranger, kemudian diamankan di pos setempat sebelum akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian,” kata Waluyo dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Dari keterangan saksi, lanjut Waluyo, korban diketahui saat itu tengah bersama seorang pria yang dikenalnya melalui media sosial. Diduga pria tersebut membius korban.
Dalam peristiwa ini, korban kehilangan telepon genggam, dompet, dan uang tunai sekitar Rp 200 ribu.
“Korban awalnya dibawa ke RS PMI Kota Bogor, kemudian dijemput oleh pihak keluarga atas nama Sudrajat dan dirujuk ke RSUD Ciawi. Hingga saat ini korban belum membuat laporan polisi, sementara terkait terduga pelaku masih dalam pendalaman,” tutupnya.
Lokasi Kejadian
Berdasarkan pantauan kumparan di lokasi pada Sabtu (13/6) siang, terlihat cukup ramai warga sedang duduk lesehan di area Taman Kaulinan. Beberapa anak nampak berlalu-lalang dan bermain perosotan yang terletak di bagian utara taman.
Di antara mereka, ada beberapa pedagang yang berjualan makanan atau minuman hingga mainan anak-anak. Di sisi barat taman, ada rumah pohon yang terdapat satu kamera CCTV di area kanopinya dengan menyorot ke area taman.
Namun, kamera tersebut mati. Hal tersebut dibenarkan oleh park ranger di lokasi.
“Iya, ini kondisi mati,” ujar Denis (28), salah satu park ranger saat ditemui di lokasi.
Denis tidak mengetahui pasti sejak kapan CCTV tersebut terpasang dan juga mati. Hal itu karena setiap dua bulan sekali, park ranger harus menjaga taman yang berbeda di Kota Bogor.
Sementara itu, mengenai adanya kasus wanita yang terkapar di lokasi, Denis mengaku tak mengetahui secara langsung peristiwa tersebut. Ia mengetahuinya dari informasi yang beredar.
“Dengar berita dari kawan-kawan terus lihat juga di media kan, ada kejadian entah hipnotis entah apa gitu. Kalau lihat kejadiannya, kebetulan saya-nya lagi off,” ucap Denis.
“Kurang tahu juga (terkapar) di sebelah mana, di sebelah mana-nya,” imbuhnya.
Meski begitu, Denis mengungkapkan kriminalitas di area taman tersebut belum pernah ada sebelumnya. Katanya, kriminalitas pernah terjadi di area luar taman tepatnya bagian trotoar.
“Bukan di taman ini. Paling banyak sih di area trotoar (jalan) SSA (Sistem Satu Arah) yang ini. Jadi korbannya tuh antara masih kalau dilihat SMP gitu, anak kecil gitu ya, yang masih bisa dikelabui lah,” jelasnya.
Denis pun menjelaskan keramaian yang terlihat di Taman Kaulinan memang sering terjadi pada pagi hari hingga pukul 10.00 WIB. Namun setelah itu, relatif sepi dan kembali ramai pada sore hari oleh warga yang berolahraga.
“Kecuali hari Sabtu-Minggu tuh weekend, ya ramenya mungkin (sampai) jam 11-an juga udah sepi lagi, nanti rame-rame lagi sore gitu,” katanya.
Taman ini beroperasi hingga pukul 22.00 WIB yang ditandai dengan petugas mulai menutup pintu akses terowongan dari trotoar jalan menuju ke area taman. Meski demikian, petugas berjaga selama 24 jam.
Dibius Lewat Minuman Kemasan
Polisi mengungkap korban diduga terkapar akibat dibius melalui minuman kemasan.
“Dibius pakai minuman. Minum air yang ada manis-manisnya, bukan miras (minuman keras),” kata Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo saat dihubungi, Sabtu (13/6).
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sempur Aiptu Rachmat Ismanto menjelaskan, minuman yang diduga digunakan untuk membius korban berada dalam kemasan botol. Dari informasi yang tertera pada kemasannya, minuman itu diketahui berperisa jeruk.
“Melalui minuman lah, minuman kemasan. Di botolan kayak gitu. Minuman kayak rasa buah gitu, kayak orange juice gitu,” ujar Rachmat.
Menurut Rachmat, minuman tersebut ditemukan bersama korban saat korban ditemukan tak sadarkan diri.
Rachmat menduga minuman tersebut telah dicampur obat tertentu sehingga membuat korban kehilangan kesadaran. Namun, dugaan itu masih belum dapat dipastikan.
Walkot Bogor Minta Polisi Cek CCTV Sekitar
Wali Kota Bogor, Dedie Abdu Rachim menyampaikan keprihatinannya atas kasus tersebut.
Atas kasus ini, Dedie mengaku telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi. Rekaman itu, kata Dedie, didorong untuk diserahkan kepada Polresta Bogor.
“Kami sudah minta untuk cek CCTV di seputaran area untuk diinfo ke Polresta Bogor,” ujar Dedie.
Kesaksian Ketua RW
Salah satu yang mengevakuasi korban saat ditemukan terkapar ialah Edwin (56) selaku Ketua RW 01 Sempur. Ia mengaku mengetahui peristiwa tersebut setelah diberitahu oleh warganya bernama Ferdi yang terlebih dahulu bersama korban. Seketika Edwin pun ke lokasi dan terlihat sejumlah warga telah bersama dengan korban.
“Ada berapa orang juga di situ, tapi dia (Ferdi) lapor ke saya,” kata Edwin saat ditemui di kediamannya, Sabtu (13/6).
Kata Edwin, kondisi korban sudah linglung. Di tengah kondisi itu, korban pun sempat menyampaikan bahwa dirinya bertemu pria yang dikenalinya melalui sosial media.
“Dia tuh sempet sadar dulu, terus baru linglung. ‘Saya tahu dia kenal di medsos sudah lama banget’ di situ,” ujar Edwin.
Berdasarkan kesaksian korban, Edwin pun menjelaskan bahwa korban bertolak dari kediamannya di Megamendung, Kabupaten Bogor bersama temannya. Ia datang ke lokasi untuk menemui seorang pria dan kemudian diberikan minum.
“Jadi gini kronologisnya, itu orang janjian sama pelaku di Lapangan Sempur. Dari Megamendung ke Sempur berdua sama temennya. Nah (ketika) sudah ketemu (pelaku), temannya mah entah ke mana kali ya,” ungkap Edwin.
“Dia akhirnya berdua sama pelaku, ngobrol di saung (Taman Kaulinan) sama pelaku. Nah dibeliin minum, sudah dicampur (obat) itu,” imbuhnya.
Setelah memberi kesaksian tersebut kepada warga, korban pun tak sadarkan diri. Namun kemudian korban pun dikenali oleh tetangganya yang kebetulan sedang berolahraga di Lapangan Sempur pada waktu kejadian.
“Kan kalau malam tuh rame yang jogging, rame banget. Nah akhirnya dia jatuh di situ, ada ngenalin temen sekampungnya,” ungkap Edwin.
Edwin mengatakan tetangga korban itupun akhirnya berkomunikasi dengan anak korban. Setelah itupun, akhirnya identitas korban diketahui.
“Nyambung tuh antara anaknya dan yang orang sekampungnya itu yang jogging. Akhirnya komunikasi, ‘Oh itu Ibu saya’ dia bilang,” tutur Edwin.
Sementara itu, minuman yang diteguk korban kondisinya sudah habis. Minuman tersebut berada dalam gelas cup plastik. Berbeda dengan keterangan polisi, yang menyebut bahwa minuman yang diminum dalam sebuah botol.
“Udah abis (minumannya). Soalnya minumannya cup-nya kan pake cup tipis, cup minuman-minuman 5 ribuan lah yang sachet-an kali ya,” jelas Edwin.
Edwin membenarkan minuman tersebut berperisa jeruk. Kata Edwin, minuman tersebut dibeli pelaku di sekitar TKP.
“Minumannya tuh emang beli sama pedagang di sini, dia yang beli itu. Air jeruk gitu,” ujarnya.
Lalu saat korban tak sadarkan diri, ia sempat dievakuasi di pos park ranger. Pada saat yang bersamaan, polisi dan pihak dinas sosial (dinsos) pun datang ke lokasi. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit.
