Menhan: 2 Prajurit TNI Gugur di HUT ke-80 TNI Diberi Kenaikan Pangkat Luar Biasa
·waktu baca 2 menit

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin merespons soal 2 prajurit TNI yang gugur saat HUT ke-80 TNI pada 5 Oktober. Mereka adalah Pratu Johari Alfarizi dan Praka Mar Zaenal Mutaqim.
Sjafrie mengatakan, Asabri sudah memberikan santunan kepada keluarga korban.
"Dapat santunan dari Asabri, satu orang untuk keluarga Rp350 juta," kata dia di RSPPN, Jakarta, Selasa (7/10).
Selain itu, kedua prajurit in mendapat kenaikan pangkat. "Dan kenaikan pangkat luar biasa," ucap dia.
Prajurit Detasemen Intai Para Amfibi 1, Praka Mar Zaenal Mutaqim, gugur usai melaksanakan terjun payung dalam rangkaian perayaan HUT ke-80 TNI. Praka Zaenal gagal mendarat dalam aksi terjun payung itu.
Kadispenal, Laksma Tunggul, mengatakan peristiwa itu terjadi saat Praka Zaenal melakukan penerjunan Rubber Duck Operations (RDO) di Teluk Jakarta pada Kamis (2/10).
"Dengan penuh rasa duka cita sedalam-dalamnya, TNI Angkatan Laut menyampaikan bahwa salah satu prajurit terbaik kami yaitu Praka Mar Zaenal Mutaqim, Personel Detasemen Intai Para Amfibi 1 (Den Ipam 1) Marinir telah gugur dalam tugas," kata Tunggul dalam keterangannya, Minggu (5/10).
Sedangkan prajurit Kostrad, Pratu Johari Alfarizi, meninggal dunia setelah jatuh dari tank sebelum puncak peringatan HUT ke-80 TNI di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (4/10).
“Betul (meninggal dunia), innalillahi wainnailaihi rojiun," kata Pangkostrad Letjen Mohammad Fadjar.
Fadjar menjelaskan, Johari terjatuh dari atas Tank Marder yang sedang diangkut menggunakan transporter. "Alm Pratu Johari Alfarizi saat bertugas terjatuh dari atas Tank Marder yang sedang diangkut Transporter (ketinggian sekitar 4 meter) dan mengalami patah leher,” ujarnya
