Menhan: Indonesia Bakal Gunakan Pesawat Tanpa Awak untuk Pertahanan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pameran Drone di Lapangan Terbang LAPAN  (Foto: Ferio Pristiawan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pameran Drone di Lapangan Terbang LAPAN (Foto: Ferio Pristiawan/kumparan)

Teknologi pesawat tanpa awak di Indonesia akan terus dikembangkan. Sebab menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, ke depan Indonesia akan lebih memaksimalkan penggunaan pesawat tanpa awak untuk menunjang kebutuhan akan pertahanan dalam negeri.

"Ke depan kita tidak perlu terlalu memakai pesawat yang ada awak, yang ada awaknya itu mahal. Tapi kalau kita menggunakan ini (pesawat tanpa awak) setiap saat, murah," ujarnya di lapangan terbang Rumpin, Bogor, Kamis (27/7).

video youtube embed

Ryamizard mengatakan pesawat tanpa awak memiliki beberapa keunggulan antara lain dapat dikendalikan jarak jauh dan kemungkinan kecelakaan lebih kecil. Sementara risiko kecelakaan pesawat berawak lebih tinggi, bahkan tak jarang pilot-pilot terbaik menjadi korban.

"Selain murah kemudian untuk kemungkinan kecelakaan kecil, kalau pun ada kecelakaan, orang enggak ada yang mati," kata dia.

Tak hanya itu, pesawat tanpa awak ini juga nantinya akan dilengkapi dengan senjata yang dapat digunakan untuk kebutuhan tempur.

"Ini sudah bagus sudah bisa sampai 200 km jelajahnya dengan waktu 20 jam, luar biasa itu. Nanti bisa di-update alat tembak dan bom, bisa siang bisa malam, enggak kalah lagi dengan dari luar. Kemudian akan ditingkatkan terus, itu kalau pakai satelit bisa 500 km," tambahnya.

Hari ini, pesawat tanpa awak hasil pengembangan Balitbang Kemhan, BPPT, dan sejumlah industri pertahanan dalam negeri, ditampilkan dalam demo terbang di lapangan terbang Rumpin, Bogor. Pesawat tanpa awak yang diujicobakan yakni: Rajawali 720, Wulung, Elang Laut/EL-25, Puna Alap-Alap, dan Mission Sytem yang diinstal pada Wulung.

Laporan reporter Ferio Pristiawan