Menkes Budi Gunadi soal Dicalonkan Jadi Dirjen WHO: Amanah dari Presiden

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/6). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/6). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatannya jika terpilih menjadi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Budi saat ini menjadi kandidat yang diajukan Indonesia untuk posisi tersebut.

Budi mengatakan pencalonannya sebagai Dirjen WHO merupakan amanah dari Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, dia siap menjalankan tugas tersebut jika nantinya terpilih.

“Itu kan amanah dari Bapak Presiden. Jadi pastilah saya akan kerja buat Bapak Presiden, apapun tugas dari Beliau akan kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” kata Budi usai rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8).

Menurut Budi, pencalonannya juga berkaitan dengan posisi Indonesia sebagai negara besar yang belum pernah memiliki wakil sebagai pimpinan lembaga dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Indonesia kan bangsa yang besar ya. Bapak Presiden menyampaikan kita tuh tidak pernah ada wakilnya yang duduk sebagai pimpinan lembaga tingkat dunia yang levelnya perserikatan PBB atau United Nations," ujarnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghadap Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan hasil nyata perkembangan pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di bidang kesehatan pada Selasa, (9/6/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Budi menyebut sejumlah negara anggota juga melihat perlunya reformasi di organisasi-organisasi internasional. Menurut dia, Indonesia dinilai memiliki potensi untuk mendorong perubahan tersebut.

"Banyak negara-negara anggota juga yang melihat bahwa harus, harus ada reform lah di organisasi-organisasi tingkat dunia seperti ini, dan dia melihat Indonesia, ya mungkin di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo, itu memiliki potensi itu," katanya.

Saat ditanya apakah harus mundur dari jabatan Menteri Kesehatan jika terpilih menjadi Dirjen WHO, Budi membenarkannya.

"Ya, kalau terpilih, kan belum tentu terpilih karena milih kan 194 negara anggota di bulan Mei," tegasnya.

Budi kemudian kembali ditanya mengenai kemungkinan dirinya mengundurkan diri sebagai Menteri Kesehatan jika terpilih. Dia mengangguk membenarkan.

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP/PIERRE ALBOUY

Proses Pemilihan Dirjen WHO

Indonesia mencalonkan Budi Gunadi Sadikin sebagai kandidat Dirjen WHO untuk menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus dari Ethiopia.

Tedros saat ini masih menjabat sebagai Dirjen WHO. Masa jabatannya akan berakhir pada 15 Agustus 2027. Dia mulai memimpin WHO pada 2017 dan menjalani masa kepemimpinannya, termasuk saat pandemi COVID-19.

Proses pemilihan Dirjen WHO telah dimulai pada April 2026. Negara-negara anggota WHO dapat mengajukan kandidat hingga 24 September 2026.

Selanjutnya, Dewan Eksekutif WHO akan memilih maksimal tiga kandidat untuk diajukan kepada World Health Assembly.

Dirjen WHO berikutnya dijadwalkan ditetapkan dalam World Health Assembly ke-80 pada Mei 2027.