Menkes Inggris: Tak Ada Pembatasan hingga Akhir 2021 Meski COVID-19 Melonjak
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Inggris memastikan tidak akan menerapkan pembatasan baru demi menekan penularan COVID-19 hingga akhir 2021. Padahal, Inggris kini dilanda lonjakan kasus harian terlebih setelah muncul varian Omicron.
"Tidak akan ada tindakan lebih lanjut sebelum tahun baru," kata Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid dikutip dari Reuters, Selasa (28/12).
"Kami tidak akan mengambil tindakan lebih lanjut. Tapi seluruh orang harus tetap berhati-hati saat mendekati perayaan Tahun Baru," tambah dia.
Javid menuturkan, varian Omicron saat ini menyumbang sekitar 90 persen kasus baru di seluruh Inggris. Meski begitu, jumlah pasien rawat inap di rumah sakit masih tetap terkendali.
Terkait kasus harian, pada Senin (27/12) tercatat ada tambahan 98.515 kasus baru COVID-19 di Inggris. Sedangkan pasien meninggal dunia bertambah 143.
Dengan tambahan itu, jumlah akumulasi kasus COVID-19 di Inggris mencapai 12.209.991 orang. Sementara pasien meninggal jadi 148.003 orang.
Kemudian, jumlah pasien sembuh 9.961.369 orang dan pasien rawat inap di ICU 842 orang. Namun kasus aktif kini menjadi 2.100.619 orang.
Meski pasien rawat inap masih terkendali, beberapa rumah sakit di Inggris telah memperingatkan mereka akan kewalahan menangani pasien COVID-19. Sebab jumlah tenaga medis kini semakin terbatas.
Menyikapi itu, Javid mengatakan pihaknya akan terus mengawasi jumlah pasien rawat inap. Ia memastikan akan menerapkan langkah darurat jika kelak rumah sakit kembali kewalahan menangani pasien COVID-19
"Kami akan mengawasi dengan cermat apa yang terjadi di rumah sakit," kata Javid.
“Ke depan kita perlu bertindak, tentu kita tidak segan-segan melakukannya," tutup dia.
