Menkes: Skenario Terburuk 70 Ribu Kasus COVID-19 per Hari Tak Terjadi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers Menkes RI Budi Gunadi Sadikin saat kedatangan Vaksin Covid-19 Sinovac tahap ke-8, di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (18/4). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers Menkes RI Budi Gunadi Sadikin saat kedatangan Vaksin Covid-19 Sinovac tahap ke-8, di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (18/4). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan kabar baik jelang berakhirnya pelaksanaan PPKM Level 4, jika kebijakan ini tidak diperpanjang. Kabar baiknya adalah telah terjadi perbaikan pada kasus positif dan tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19.

Budi menjelaskan, dalam rapat terbatas, Presiden Jokowi menyampaikan rasa syukurnya karena kasus di Indonesia mulai menurun. Padahal, di sejumlah negara, kasus mulai melonjak lagi.

"Negara-negara seperti Amerika sekarang sudah kembali di atas 100 ribu [kasus]. Jadi kata Presiden, kita bersyukur bahwa kita sudah berhasil menurunkan angka konfirmasi, tekanan di rumah sakit, tapi jangan lupa harus terus waspada," kata Budi Gunadi dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/8).

kumparan post embed

Ia kemudian menjelaskan pemerintah sempat membuat skenario apabila penambahan kasus positif COVID-19 di Indonesia bisa menembus 70 ribu.

Namun, skenario ini akhirnya tidak tercapai, dan kasus tertinggi sejauh ini terjadi pada 15 Juli 2021 dengan 56.757 kasus dalam sehari.

"Jadi skenario sebelumnya terburuk yang kami perkirakan 70 ribu penambahan kasus per hari, sampai sekarang kita lihat kita bersyukur bahwa peaknya terjadi di 57 ribu per hari," tuturnya.

Menurutnya, salah satu kunci keberhasilannya adalah jumlah testing yang dilakukan terus meningkat. Ia menyebut testing per harinya kini mulai konsisten di angka 200-300 ribu per harinya.

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kesehatana Budi Gunadi Sadikin meninjau vaksinasi COVID-19 massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Namun, Budi mengungkapkan arahan Jokowi yang meminta tes spesimen harus terus ditingkatkan menjadi 300 ribu per hari. Dengan cara inilah diharapkan pemerintah bisa segera melakukan penanganan dengan cepat kepada mereka yang kemudian dinyatakan positif corona.

"Supaya kita tahu kondisi seperti apa dan segera menangani. Kalau sudah ada yang kena bisa isolasi supaya tidak menular di tempat isolasi yang sudah dibangun, dan yang sakit akan cepat kita rawat ke RS supaya tidak fatal. karena penyakit ini kalau kita tangani cepat insyaallah bisa tertangani," jelas Budi.

"Jadi kita bersyukur dengan peningkatan testing dari 50 ribu sampai hari ini ke 200 ribuan. Kasus yang kita kira 70 ribu ternyata 57 ribu. Tapi jangan lengah itu pesan Pak Presiden," pungkasnya.

embed from external kumparan