Menkomdigi: Ada 1.890 Hoaks-3,3 Juta Konten Negatif, Paling Banyak di FB

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Ilustrasi Facebook. Foto: Thomas White/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Facebook. Foto: Thomas White/Reuters

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid rapat kerja bersama Komisi I di Gedung DPR pada Senin (8/12) untuk membahas tata ulang kebijakan melawan disinformasi.

Dalam rapat ini, Meutya memaparkan data temuan isu hoaks hingga konten negatif di media sosial dalam kurun waktu 20 Oktober-6 Desember 2025. Hasilnya, menurut Meutya, ada 1.890 isu hoaks ditemukan.

“Temuan isu hoaks ada 1.890 dan ini tentu yang kami meyakini ada banyak lebih dari itu, ini dengan kekuatan kami melakukan patroli maka kita identifikasi kurang lebih 2.000 tersebut,” ucap Meutya.

Selain itu, Meutya menyebut ada 3,3 juta lebih konten negatif ditemukan dalam bentuk konten soal perjudian, pornografi, dan lain-lainnya.

“Kemudian penanganan konten Internet negatif secara umum ada 3.381.000 lebih konten negatif di mana perjudian untuk Oktober 2024 adalah 2,6 juta, pornografi 660 ribu sekian, penipuan 30 ribu sekian, konten negatif yang kami terima. Dari lintas sektor yaitu Kepolisian ataupun Kementerian dan Lembaga lain dan sebagainya ada 13.932 hampir 14 ribu, terorisme dan radikalisme 8.500, DFK 3.977, dan sebagainya,” jelas Meutya.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (5/11/2024). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

“Kemudian capaian sistem kepatuhan moderasi konten atau SAMAN, jadi ini melalui sistem yang berbeda, hingga 7 Desember total aduan oleh PSE UGC yang diterima melalui SAMAN mencapai 566 item, seluruh aduan sudah ditindaklanjuti dan dilakukan pemutusan akses,” tambahnya.

Meutya menyebut, temuan hoaks dan konten negatif paling banyak ditemukan di media sosial Facebook.

“Sebarannya seperti ini, ini gambaran bahwa memang yang paling banyak ada di Facebook, memang karena penggunanya paling banyak di Indonesia. Kemudian juga di X, Instagram, Thread, Telegram, YouTube, TikTok, WhatsApp, dan sebagainya,” ucap Meutya.

Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menkomdigi Meutya Hafid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakpus pada Senin (8/12/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Data ini, menurut Meutya, didapatkan dari beberapa kanal pengaduan masyarakat milik Komdigi, seperti aduankonten.id, aduannomor.id, dan cekrekening.

Untuk mencegah penambahan isu hoaks dan konten negatif di Medsos, Meutya menyebut ada beberapa langkah yang diambil. Mulai dari penguatan literasi digital masyarakat hingga pembimbingan yang berkolaborasi dengan beberapa kementerian.

“Karena itu pilar satu lagi yang kita lakukan adalah literasi digital ini dilakukan di bawah BPSDM di mana Komdigi bekerja sama membentuk program pandu digital bekerja sama dengan beberapa Kementerian dan Lembaga,” ucap Meutya.

“Ini hanya contoh saja kami ada kerja sama dengan Kementerian Agama untuk juga melibatkan para penyuluh agama yang berada hingga daerah dan juga Kemendes yang memiliki juga pendamping-pendamping hingga tingkat desa,” tambahnya.