Menlu: Keluarga Muhammad Husein Sudah Dievakuasi dari Gaza, Alhamdulillah
·waktu baca 2 menit

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyebut satu keluarga WNI, yakni Muhammad Hussein dan keluarga, sudah dievakuasi keluar dari Gaza. Mereka sudah berada di Mesir.
"Sudah beberapa minggu ini kita terus berupaya, untuk melakukan evakuasi satu keluarga WNI yang terdiri dari satu suami, dua anak, dan satu istri, dari Gaza Selatan. Sekitar pukul 18.00 WIB, saya memperoleh laporan bahwa mereka berhasil dievakuasi," kata Retno dalam keterangan persnya, Minggu (12/11).
"Saat ini, beliau-beliau ini sudah berada di wilayah Mesir dan sudah bersama dengan tim evakuasi KBRI Mesir. Selanjutnya mereka akan dibawa ke Kairo dan akan dipersiapkan kembali ke Indonesia," sambung dia.
Proses Evakuasi Cukup Lama
Retno mengatakan, proses evakuasi terhadap keluarga Hussein ini memakan waktu cukup lama. Sebab, sempat terjadi sejumlah kendala dalam prosesnya.
Mulai dari nama keluarga mereka tidak ada dalam list, sehingga membutuhkan waktu lama untuk memasukkannya.
Setelahnya, evakuasi masih belum bisa dilakukan karena pintu perbatasan Gaza-Mesir tidak kunjung dibuka dengan berbagai alasan situasi lapangan.
"Proses panjang ini sekali lagi menunjukkan, bahwa proses evakuasi sangat tidak mudah. Namun, upaya kita terus kita lakukan secara maksimal," ungkapnya.
"Selama hampir satu minggu berada di Timur Tengah, saya terus melakukan komunikasi dengan banyak pihak, untuk memastikan mereka dalam keadaan baik, mereka masuk di dalam list, dan beberapa kali saya meminta agar pintu perbatasan dapat dibuka," sambungnya.
Retno menyebut, tim Jakarta di bawah komando Direktur PWNI juga terus melakukan komunikasi. Tim evakuasi KBRI Kairo juga terus bolak-balik dengan harapan sewaktu-waktu pintu dibuka dan evakuasi dapat dilakukan.
Hingga akhirnya evakuasi bisa dilakukan pada hari ini. "Sekali lagi, hanya ada satu kata yang dapat diucapkan: alhamdullilah," ucapnya.
"Dengan sudah keluarnya keluarga Pak Hussein dari Gaza maka dua keluarga Indonesia sudah berada di luar Gaza," sambungnya.
Satu Keluarga WNI Dievakuasi Lebih Dulu
Sebelum keluarga Hussein, keluarga Abdillah Onim, WNI lainnya menetap di Gaza, berhasil dievakuasi terlebih dahulu pada 2 November 2023. Mereka bahkan sudah berada di Indonesia.
