Menlu: Pemerintah Masih Upayakan Evakuasi 1 Keluarga WNI di Gaza Selatan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menlu Retno Marsudi bacakan puisi saat Aksi Bela Palestina di Monas, Minggu (5/11/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menlu Retno Marsudi bacakan puisi saat Aksi Bela Palestina di Monas, Minggu (5/11/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menlu Retno Marsudi mengungkap pemerintah masih berupaya untuk mengevakuasi WNI di Gaza, Palestina. Ada 1 keluarga yang masih diupayakan dipulangkan ke Tanah Air.

"Masih ada, jadi 1 keluarga WN kita, 1 bapak 3 anak dan 1 istri berhasil kita evakuasi saat ini berada di Mesir dan sudah menuju Indonesia. Sementara hari ini kita akan berusaha lagi untuk mengevakuasi satu keluarga lagi yang berada di Gaza Selatan," kata Retno di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (5/11).

Menurut Retno, proses evakuasi bukan pekerjaan mudah. Tantangan keamanan menembus blokade Israel jadi ancaman utama.

"Proses sangat rumit. Kalau yang sudah berhasil kita evakuasi, di Gaza Utara tantangan pada saat itu adalah keamanan, karena evakuasi memerlukan upaya hingga 3 kali," ungkapnya

Ia menambahkan, serangan Israel bisa saja terjadi di tengah upaya tersebut. Untuk itu Retno meminta doa ke masyarakat Indonesia.

"Kemudian baru 4 kali berhasil. Karena bila begitu mereka berangkat lalu terjadi serangan dan sebagainya. Hari ini insyaallah kita doakan akan dapat mengevakuasi satu keluarga dari Gaza Selatan," tutup Retno.

Dalam Aksi Bela Palestina hari ini, Menlu Retno juga membacakan puisi yang ditulisnya. Judulnya 'Palestina Saudaraku'.

Palestina Saudaraku

Hatiku miris karena bocah itu menangis

Dia terluka dia tak bisa berkata

Dia tak tahu di mana bapak ibunya

Tiap 10 menit, 1 anak wafat di Gaza

Ribuan orang tua kehilangan anak

Tak terbilang berapa ribu anak kehilangan orang tuanya

Setiap tangan tertulis nama

Mereka tidak ingin mati tanpa penanda

Rumah mereka hanya langit

Kasur mereka hanya bumi

Kapan kekejaman ini akan berakhir?

Kapan keadilan ini akan menghampiri?

Aku dan Indonesiaku pantang mundur

Akan terus membantumu

Aku dan Indonesiaku akan terus bersamamu

Sampai penjajah itu enyah dari rumahmu

Palestina, Kau adalah saudaraku

Dan aku Indonesiaku akan selalu bersamamu